alexametrics

Bikin Merinding, Pocongnya Loncat-Loncat Menghampiri Rumah Warga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID-Sejak 1978, sanatorium Semarang di Jalan Karanganyar Gunung, Jomblang, terbengkalai. Area seluas tiga kali lapangan bola ini sudah dipenuhi tanaman liar. Hanya menyisakan bangunan yang sebagian besar telah roboh.

Suara adzan Maghrib berkumandang ketika wartawan Radarsemarang.id datang ke lokasi. Suasana eks sanatorium begitu singup. Bikin merinding. Tidak ada seorang pun yang berada di sana. Terlebih ketika teringat cerita-cerita yang beredar mengenai tempat ini. Lelembut kerap menampakkan wujudnya di sekitar pohon beringin yang dianggap keramat.

Seperti yang dialami warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi pohon beringin. “Dulu zaman pohonnya lebat, saya sering melihat pocong yang loncat-loncat di kawasan tersebut, sore hari. Bahkan sering main hingga ke depan rumah,” kata salah satu warga sekitar yang telah tinggal sejak 1971 tersebut.

Baca juga:  Kerap Muncul Pocong dan Kuntilanak di Sendang Gede Pucung Banyumanik

Pria berusia 70 tahun ini bercerita, pernah mengejar sosok anak kecil di depan rumahnya, namun sosok tersebut menghilang begitu saja. “Kejadiannya berulang-ulang. Saya dan warga sini akhirnya melakukan perlindungan dengan membangun pagar tak kasat mata,” katanya.

Bahkan ada warga yang pernah melihat penampakan makhluk berwujud ular naga dengan kepala manusia bermahkota. Sosok itu dipercaya merupakan dayang kawasan pohon beringin itu.

Kawasan pohon beringin juga sering digunakan untuk meminta sesuatu. “Itu jadi tempat buat cari benda-benda mistis. Ada yang dapat keris, ada yang dapat jimat,” ujar Istikah.

Bahkan di suatu malam, keris-keris pernah jatuh dari atas pohon dan memikat orang-orang sekitar untuk mengambilnya. Sedikit yang tertarik untuk mengambilnya, lainya hanya membiarkan karena takut dan tidak tau menau bagaimana cara merawat keris atau disebut wesi aji tersebut. Pohon beringin di area tersebut memang terlihat sangat besar dan lebat. Kesan gelap dan sunyi apalagi menjelang maghrib membuat suasananya seram. Ditambah rerumputan setinggi sekitar satu meter yang mengelilingi pohon membuat siapapun yang melihatnya akan merasakan hawa mistis.

Baca juga:  Ngeri, Ada Pocong dan Kuntilanak Gentayangan di Lokasi Vaksinasi

Sudah sejak lama beberapa orang berniat ingin menebang pohon beringin tersebut, namun tidak ada satupun yang berhasil. Bahkan sempat diadakan sayembara. Tapi mereka yang mencoba menebangnya pasti sakit, jatuh, hingga meninggal.

“Banyak juga “orang pintar” yang mencobanya tapi sama saja gagal,” katanya.

Pada akhirnya dua tahun lalu seseorang dengan gangguan mental yang sering berkeliaran di kawasan tersebut membakar pohon beringin itu. Api pun meluas hingga membakar kawasan tersebut. Kini lahan tersebut hanya berisikan rerumputan dan reruntuhan bangunan. Namun tetap saja suasana angker masih menyelimuti apalagi saat malam. (mohamad.yudha.aprilialdo/rizki.indriyanti/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya