alexametrics

Benedicta Alodia S, Bersuara melalui Karya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BENEDICTA Alodia S, menjadikan karya sebagai media bersuara. Ia cukup berbakat menyuarakan pesan melaui karya visual. Mulai dari grafiti, mural, hingga lukisan perempuan.

Dara kelahiran Salatiga, 28 April 1995 ini memang sejak kecil gemar menggambar. Bahkan bakatnya sudah terlihat sebelum duduk di bangku sekolah. Dia semakin menekuni dan serius berkarya kala sekolah di SMA Laboratorium Kristen Satya Wacana.

“Itupun setelah bertemu dengan seniman yang menjadi mentor pertamanya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Karyanya didominasi oleh ungkapan ekspresi pribadi. Hasil karyanya merupakan wujud penuangan olah rasa diri. Karya visualnya merupakan ungkapan perasaan yang dialami sehari-hari.

“Saya menampilkan sosok perempuan sebagai simbol kekuatan. Dan cenderung disertai puisi,” ungkapnya.

Baca juga:  Yashinta Chindy Insyira, Belajar Tari Sejak TK

Cewek dengan nama panggung Alodia YAP ini karyanya sudah dipamerkan di berbagai acara pameran kelompok di berbagai kota. Mulai dari Salatiga, Jogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta dan Bali.

Ia juga kerap merespon gerakan dan gejala sosial yang ia temui di dunia maya. Entah mendukung atau mengecam. Lukisan-lukisan tentang perempuan terpajang di setiap sudut galerinya. Karya grafitinya juga tergambar di sudut-sudut kota.

“Saya akan mempercantik kota melalui karya,” pungkasnya. (mia/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya