alexametrics

Syafira Nur Cholifa, Peduli Penampilan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dunia modeling mengajarkan bagi Syafira Nur Cholifa untuk peduli akan penampilan. Selain itu, ia juga belajar artinya kesabaran, fokus, dan time management.

Menurut alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini, menjadi model adalah panggilan hati. Ketertarikan terhadap modeling sudah muncul sejak kecil. Fira –sapaan akrabnya–mengatakan, dulu sering berdandan, memakai baju-baju yang cantik dan berpose layaknya model profesional.

“Kalau dulu didandanin kok istilahnya pengin tampil kemayu. Terus disuruh pose keliatan lihai dan photogenic. Akhirnya, dari situ kok merasa menjadi model itu asyik,” kenangnya

Sempat mendapat penolakan dari sang ayah. Sebab, profesi modeling dinilai hanya sementara. Semakin bertambahnya usia akan tergantikan dengan talenta-talenta muda lainnya yang lebih berbakat. Sang ayah juga menganggap modeling memiliki banyak sisi negatif, seperti menjual bentuk tubuh hingga pergaulan bebas.

Baca juga:  Merdeka Belajar, Unnes Mantapkan Diri Jadi Mitra Sekolah dan Guru

“Ayah selalu berpesan. Kalau ingin mencari pekerjaan itu ketika kita di umur 50 tahun, jasa kita masih terpakai,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Orang yang paling memotivasi gadis kelahiran 18 Desember 1999 ini adalah almarhumah ibundanya. Sebab, sejak kecil ia sudah diikutkan berbagai lomba modeling. Dikatakan, dahulu ketika ingin mengikuti lomba modeling, ia harus sembunyi-sembunyi. Sebab, jika ketahuan sang ayah, akan sulit mendapatkan izin.

Fira mengaku harus pintar membagi waktu antara kesibukannya sekolah dan modeling. Ia diminta untuk membuat jadwal kegiatan setiap harinya. Sehingga dirinya tak akan lupa dengan kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada hari itu.

Baca juga:  Viony Dhea Faradillasari Asyik Jadi Reporter Kuliner

“Dulu sering bikin schedule harian. Untuk meng-cover ketika aku lupa ada kegiatan apa. Selain itu, juga sebagai bentuk time management. Tapi untuk sekarang paling hanya nulis lewat note HP atau corat-coret kalender,” jawabnya.

Dalam mengasah kemampuannya sebagai model, Fira menerapkan ATM atau amati, tiru, dan modifikasi. Dengan mengandalkan kanal Youtube dan Instagram, ia belajar seluk beluk modeling secara otodidak. (cr6/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya