alexametrics

Fifin Kurniana, Melayani dengan Sepenuh Hati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Fifin Kurniana tertarik menjadi bidan karena profesi istimewa. Seorang bidan biasa mendengar suara tangis bayi untuk kali pertama setelah dilahirkan. Alumnus program studi kebidanan Universitas Sains Alquran Wonosobo ini juga merasa senang saat melihat rasa bahagia orang tua begitu sang buah hati lahir dengan selamat. Meskipun di sisi lain menjadi bidan pasti punya rasa lelah. Tapi bidan tidak boleh melampiaskan hal itu di dalam pekerjaan.

“Ya, sebenarnya di profesi apa aja pasti ada happy dan sad-nya sih. Tapi kalau di bidang aku, tidak ada yang lebih istimewa selain mendengar suara tangisan bayi kecil yang baru lahir di dunia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Nggak Tanggepi Cowok yang Suka ‘Aneh-Aneh’

Fifin mengaku pernah menemui seorang ibu yang sampai nangis-nangis saat akan melahirkan. Sebagai bidan, dia harus pandai memberikan support kepada pasien. Salah satunya seperti menghadirkan pendamping atau suami dan keluarga. Dia juga seringkali menemui keluarga pasien yang sampai berterima kasih kepada tenaga kesehatan (nakes) yang menolong persalinan bak seorang pahlawan.

“Seringkali keluarga pasien mengucapkan terima kasih dengan jabat tangan. Ada juga yang sampai membawakan makanan sebagai bentuk terima kasih. Itu pas saya praktik di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang,” kenang gadis kelahiran 15 Juni 1999 ini.

Bagi putri pertama dari dua bersaudara ini, profesi sebagai bidan adalah sebuah pengabdian kepada masyarakat. Menjadi bidan membuatnya semakin dekat dengan masyarakat, karena harus bisa melayani dengan sepenuh hati.

Baca juga:  Octavia Nur Istiqomah, Suka Keindahan Gerak Tari

“Aku bukan dari anak yang berada. Orangtuaku petani. Kakakku cuma lulusan SD. Tapi, asal ada kemauan untuk melangkah, pasti kita akan bisa,” katanya. (din/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya