alexametrics

Dheasyah Putri Andani, Lagu Semakin Sulit, Semakin Penasaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEMAHIRAN Dheasyah Putri Andani bermain drum terbilang bukan kaleng-kaleng. Meski baru berusia 21 tahun, ia sudah tampil di berbagai event. Belum lama ini, ia turut memeriahkan acara Bincang Bareng Pak Ganjar tahun 2022.

Sejak berusia 9 tahun, ia sudah menyukai alat musik ini. Saat duduk di bangku SMP, baru ia mengikuti les di Gilang Ramadhan Drum School dan Purnomo Musik.

Mahasiswi semester IV jurusan hukum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) ini sudah menganggap drum ibarat keluarga. Drum adalah kepala rumah tangganya. Di musik, drum jadi penentu, yang mengatur tempo, beat, dan lain-lain. Mau dibawa kemana pun, genre musik yang akan dimainkan tetap membutuhkan drum.

Baca juga:  Hilda Himawati Bernyanyi Sepenuh Hati

“Yang sulit dalam bermain drum sebenarnya memasukkan rasa di setiap ketukan yang dimainkan. Kapan ketukan harus lembut dan kapan ketukan drum harus dimainkan secara keras,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, butuh jam terbang atau beberapa kali event supaya pemain dan pendengar dapat merasakan feel tersebut. Jika bermain musik dibawa enjoy, pasti yang mendengarkan ikut enjoy. “Semakin sulit lagu dimainkan, saya makin penasaran,” tuturnya.

Dheasyah pernah mengisi beberapa kejuaraan serta event, di antaranya Drum Solo yang diselenggarakan Gilang Ramadhan Drum School 2015, Sabian Rock Drum Competition 2017, The Best Drummer Band Competition Tembang Jiwa 2018, The Best Drummer Kompetisi band pada Psikovaganza USM 2017, The Best Drummer Festival Kesenian Patriot 2018, Muri 100 Drummer 2017, Juara 1 Kompetisi Band Tasty Fully Udinus 2019, Jateng Fair 2018, dan FBS Unnes 2020.

Baca juga:  FAI Unissula Siapkan Mahasiswa Jadi Generasi Terbaik

Selain bermain drum, dara yang bercita-cita menjadi hakim ini sudah punya single lagu berjudul Sungguh Rindu. Lagu tersebut bisa diakses melalui platform media digital.

Sementara untuk band, ia bergabung dengan SevenProject. Di band tersebut, sudah memproduksi satu mini album berisi 9 lagu yang sudah masuk rekaman. Namun yang di-publish untuk saat ini masih tiga lagu di Soundcloud dan satu lagu di Youtube.

“Kami juga mempersembahkan lagu untuk warga korban penggusuran yang terjadi di Kebonharjo Semarang berjudul Tragedi Kebonharjo,” tuturnya. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya