alexametrics

Vera Oktaviana, Keberuntungan Berkat Doa Ibu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Vera Oktaviana hobi berwirausaha sejak masih duduk di bangku SMP. Dia suka berbisnis karena termotivasi orang tuanya yang juga menekuni bidang wirausaha. Sejak SMP, dia sudah mulai berjualan. Mulai jualan siomay, buah, es buah, dan nasi goreng. Bahkan, dia pernah merantau ke Jogjakarta untuk ikut orang berjualan siomay pada 2010.

“Jualan siomay itu ikut di tempat orang di Jogja. Kalau es buah dan nasi goreng, punya sendiri,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Vera–sapaan akrabnya– mengaku, dirinya bukan berasal dari keluarga dengan ekonomi yang cukup. Dia ikut berjualan siomay di Jogja ketika lulus SMP dan belum sempat melanjutkan pendidikan. “Dulu lulus SMP terus ikut orang, waktu itu masih anak ingusan saya di sana,” tambahnya.

Baca juga:  Ulin Retno Setyowati, Biayai Kuliah dari Bisnis Hijab

Karena kesibukannya bekerja, dara muda ini akhirnya mengikuti program kejar paket setara SMA pada 2015 agar bisa melanjutkan kuliah. Pada waktu mengikuti program ini, Vera sembari berjualan cemilan, fashion, dan buah di tempat asalnya Wonosobo. Pada saat berjualan, dia mengaku sering digodain para pembeli karena parasnya yang cantik.

“Dulu pas jualan di Jogja sering digodain, begitu pun pas jualan di rumah. Kadang, bahkan sering cowok-cowok beli hanya karena pengin ketemu saja, tapi ya saya senang aja karena jualan saya jadi laku, soalnya kebanyakan yang beli laki-laki,” akunya sambil tersenyum.

Dia mengaku risih ketika ada laki-laki yang menggodanya. Tapi hal ini terkadang menjadi keberuntungan juga baginya. Karena, tidak jarang ada yang memborong jualannya. Bahkan, ada yang membayar lebih mahal dari harga normal. “Pernah ada pengalaman, jeruk diborong 50 kg padahal untuk sendiri. Ada yang lebih parah, jeruk seharga Rp 100 ribu, dibayar Rp 1 juta, itu paling mengherankan sih menurut saya,” jelas putri kedua dari tiga bersaudara ini.

Baca juga:  Intan Fikrianingsih Andalkan Kualitas, Tak Takut Disaingi

Pengalaman unik lainnya, pada saat Vera bekerja di salah satu diler motor di Jakarta, ada seorang laki-laki yang memborong tiga unit motor. “Jadi, dia itu ngajak temannya buat beli motor gara-gara pengin ketemu saya,” katanya.

Baginya, keberuntungan yang diperoleh selama ini adalah berkat doa tulus dari ibunda tercinta yang tidak henti-hentinya mengirim doa untuknya. “Doa dari ibu, jadi rezeki lancar. Yang penting kita sudah berusaha, dibarengi dengan doa ibu, Insya’ Allah rezekinya lancar,” tutup dara kelahiran Wonosobo, 27 Oktober 1995 ini. (din/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya