alexametrics

Ramadiana Ayu Puspitasari, Stigma Negatif sebagai Motivasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berawal dari membantu teman yang memiliki bisnis make up artist (MUA) saat kuliah, Ramadiana Ayu Puspitasari mengembangkan skill make-up-nya. Memiliki dasar kemampuan dalam menggambar menjadi tambahan dorongan baginya untuk merintis bisnis MUA.

“Ada temenku, namanya Mayang, dia orang pertama yang ngajarin aku make up dan ngajak terjun ke dunia make up artist,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Perjalanan karir Ayu -sapaan akrabnya- tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai menjadi MUA, dirinya telah melamar ke berbagai perusahaan namun belum mendapat panggilan pekerjaan.

Tak hanya itu, dirinya juga sering mendapat stigma negatif mengenai make up artist itu kurang menguntungkan, karena dianggap sebagai pekerjaan musiman.

Baca juga:  Silvi Annisa Rahma, Passion MUA dan Tata Busana

“Alhamdulillah aku bisa buktikan kalau aku mampu dan membuat make up jadi pekerjaan tetap. Itu motivasi yang aku pegang selama ini,” tegasnya.

Ketika awal merintis bisnis make up dirinya mengaku cukup kesusahan untuk mencari pelanggan. Belum lagi perihal membeli peralatan tata rias. Ia hanya mengandalkan dari uang saku yang ditabung selama kuliah.

“Uang yang udah terkumpul buat beli alat make up, itupun satu-satu, nggak langsung satu set,” ujarnya.

Berbagai macam cara promosi ia lakukan untuk mendatangkan pelanggan. Promosinya melalui laman Instagram membuahkan hasil. Awalnya, dalam seminggu ia mendapatkan satu pelanggan, kini pelanggan bisa tiap hari datang untuk menyewa jasanya.

Bisnis yang ditekuni gadis kelahiran Semarang ini sudah berjalan selama dua tahun. Dirinya mendapat banyak pengalaman dari apa yang dikerjakan. Baik dalam segi kemampuan dalam mengaplikasikan make up maupun skill menghadapi berbagai macam pelanggan.

Baca juga:  Arum Sulastri, Tak Suka Dandan Malah Jadi MUA

Tak ada paksaan dari pihak keluarga dengan apa yang dipilih oleh anaknya, membuat Ayu semakin termotivasi untuk terus berkembang. Ia memiliki rencana untuk memperbesar skala bisnisnya yang awalnya hanya fokus di-make up, sekarang ia ingin merambah ke Wedding Organizer (WO).

“Orang tua membebaskan anaknya mau jadi seperti apa, yang penting bertanggung jawab atas apa yang sudah dipilih,” katanya.(cr6/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya