alexametrics

Alinda Tadyani, Hasilkan Uang dari Konten Kreator

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak 2019, Alinda Tadyani sudah terjun menjadi konten kreator. Bahkan, dari hobinya yang bisa menghasilkan uang ini, ia kemudian melahirkan Komunitas Blogger Vlogger Semarang.

Komunitas yang beranggotakan 20 beauty enthusiast ini memiliki beberapa event seperti me-review produk dan mengadakan beauty class. Adapula event online, seperti collab makeup, collab review produk, dan lain-lain.

Alinda –sapaan akrabnya— mengatakan, komunitas ini terbentuk karena ketertarikan di bidang kecantikan, fashion, dan makanan.

“Sehingga kita bisa saling mengenal dan akhirnya bisa saling sharing juga tentang pengalaman kita,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Di Kota Semarang, lanjutnya, belum ada komunitas semacam ini, khususnya untuk anak-anak muda. Hal ini menarik perhatian Alinda untuk membuat Komunitas Blogger Vlogger Semarang ini.

Baca juga:  Dhea Tahta Alvina, Konsisten Berbisnis Masker Kecantikan

Di komunitas ini, Alinda secara pribadi ingin mengembangkan hobi sebagai konten kreator. Terutama konten yang bisa memberikan dampak positif bagi yang menerima atau melihatnya. Ia pun juga ingin mencoba mengembangkan hobi lainnya, seperti fotografi maupun desain.

“Semoga dua program baru ini dapat semakin menunjang minat saya sebagai konten kreator,” terangnya.

Sedangkan untuk komunitasnya, ia ingin menjadikan Komunitas Blogger Vlogger Semarang ini semakin dikenal dengan menghadirkan program-program positif yang terbaru.

Alinda menjelaskan, perjalanan kariernya ini bermula dari bidang beauty, seperti me-review seputar skincare dan make up. Namun, seiring berjalannya waktu dengan melihat peluang yang ada, ia merambah konten me-review tempat kuliner dan fashion.

Baca juga:  Elystia Rini, Jadi Surveyor Penuh Tantangan

“Sebenarnya konten ini untuk memberikan informasi ke teman maupun followers saya di media sosial supaya mereka juga bisa mencobanya juga, gak mengarah jadi konten kreator. Jadinya, hobi yang tanpa sengaja dapat menjadi pekerjaan juga buat saya,” tutur karyawati swasta ini.

Di sela kesibukannya bekerja, ia harus meluangkan waktu untuk menggarap proyeknya ini. Biasanya ia lakukan ketika pulang kerja ataupun saat libur. Yang terpenting tidak menggangu pekerjaan utama.

“Lagi pula membuat konten ini kan dari hobi, jadi mengerjakannya dengan hati,” ujar dara kelahiran Semarang, 19 Desember 1995 ini. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya