alexametrics

Keisha Ruth Shanna Zelda, Atasi Rasa Down, Lihat Diri Sendiri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, USIA 20-an selalu dinantikan bagi kaum remaja. Terlebih, di usia itu mereka bisa melakukan banyak hal. Namun, di usia itu pula remaja harus menghadapi quarter life crisis. Masa itu juga dialami oleh Keisha Ruth Shanna Zelda.

Quarter life crisis merupakan fase bagi seorang remaja dalam menghadapi keraguan terhadap kemampuan dirinya. Biasanya mereka juga bingung menentukan arah hidup. Akan tetapi, Keisha Ruth Shanna Zelda menjalani masa itu dengan enjoy.

“Setiap kali saya down, saya selalu melihat diri saya sendiri di depan kaca. Lalu berkata, I’m strong, I’m beautiful, dan saya berharga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Minggu (7/11).

Dia katakan, remaja usia 20-an haruslah produktif. Itu dibuktikannya dengan aktif mengikuti organisasi di kampus tempatnya belajar. Saat ini, Keisha -sapaan akrabnya- aktif dalam lima organisasi di kampusnya, Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Baca juga:  Zulfa Kholida, Tertantang Jadi Guru Muda

Selain itu, Keisha juga sering menjadi bagian protokol atau master of ceremony (MC) dalam acara kampus. Dia ceritakan, dulunya ia adalah gadis introvert. Kepribadian itu membuatnya sulit dalam berkomunikasi. Bahkan, ia pernah dijauhi teman-temannya hanya karena jarang ngomong.

“Nah, sejak kuliah ini saya ingin mengeksplore diri. Yaitu dengan berorganisasi dan melakukan hobi saya,” ujar mahasiswi prodi Teknik Kimia Unnes ini.

Selain berorganisasi, Keisha juga aktif menari. Terbukti dengan banyaknya prestasi yang di borong dalam bidang tari. Ia juga sering mengisi acara kampus dengan tariannya.

Tak hanya itu, gadis yang bercita-cita menjadi skincare developer ini juga aktif dalam organisasi yang bergerak di bidang perempuan. Ia kerap kali merasa sensitif dengan stigma orang-orang tentang perempuan yang tidak lebih baik daripada laki-laki.

Baca juga:  Hanun Nida Fatidiyani, Model Photoshoot Temanggung

“Saya feminis. Saya juga bisa menjadi cerewet kalau dengar hal-hal tentang perempuan yang dilecehkan,” ucapnya.
Kendati begitu, Keisha akan tetap menjadi dirinya sendiri. Ia akan terus mengeksplore diri dengan aktif berkegiatan.

Ia tak lupa dengan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Terlebih, ia bisa mengabdikan diri kepada masyarakat dan membaur dengan siapa saja. (dev/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya