alexametrics

Zahrina Ghassani Amalina, Demi Passion, Rela Kuliah Sambil Kerja

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BAGI Zahrina Ghassani Amalina, akuntan adalah passion-nya. Terutama sejak berkuliah di kelas internasional jurusan Manajemen dan Akuntansi Undip 2016 silam.

Kini Ia melanjutkan studi program profesi akuntansi sambil bekerja di konsultan pajak milik Edi Wicaksono di Kudus.

Zahrina-sapaan akrabnya- awalnya sempat kesulitan beradaptasi dengan materi perkuliahan. Pasalnya, ia sebelumnya mengenyam pendidikan di pondok pesantren dan tidak mempelajari akuntansi sama sekali. Namun berkat teman-teman sekelasnya, ia dapat menyesuaikan dengan cepat.

“Prinsipku, semua bisa dipelajari asal kita mau dan serius,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang
.
Di samping itu, ia tak memiliki masalah dengan perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris. Karena saat di pondok, bahasa Inggris dan Arab sudah menjadi bahasa kesehariannya. Ia hanya perlu meningkatkan kemampuan bahasa yang sudah dimiliki.

Baca juga:  Lydia Katarina, Kuliah sambil Jadi Make up Artist

Selama menjadi mahasiswa, Zahrina telah bepergian ke luar negeri untuk keperluan akademik. Pertama ia melakukan short course ke Taiwan selama dua minggu.

Kedua, ia mengikuti pertukaran mahasiswa di Johor, Malaysia. Zahrina belajar bersama mahasiswa pertukaran dari berbagai negara di Universiti Teknologi Malaysia.

“Di sini lumayan lama, setengah tahun. Jadi bener-bener belajar memahami budaya teman-teman kelas yang dari mana-mana,” imbuhnya.

Ia mengakui teknik pembelajaran yang didapat selama di UTM Malaysia lebih seru dan menarik. Ia betul-betul memahami penjelasan dosen pengajar. Bahkan menurutnya sangat melekat di otak hingga sekarang.

Usai studi, ia direkrut oleh dosen kenalannya yang memiliki akuntan publik. Tanpa ragu Zahrina mengambil tawaran tersebut mengingat ia belum memiliki pengalaman kerja di bidang itu sama sekali.

Baca juga:  Ceritakan Pengalaman lewat Blog

“Beliau dosen Undip dan UMK yang mengayomi dan pintar banget. Beruntung dulu aku kenal dan sempet konsultasi ke bapaknya pas ngerjain skripsi,” tutur Zahrina.

Melalui pengalamn kerja empat bulan, ia termotivasi untuk mengambil program profesi akuntasi. Dengan begitu, ia dapat membuka jasa akuntan sendiri kelak. Melalui program tersebut ia akan memperoleh sertifikasi CPA.

Meski mulai berkuliah kembali, ia tak ingin berhenti bekerja. Ia mencoba peruntungan lain dan bekerja di konsultan pajak. Meski sedikit berbeda dengan akuntan publik, tapi bidang itu masih berkesinambungan.

“Senang banget bisa punya pengalaman baru. Aku jadi paham manajemen di pabrik dan perusahaan di Kudus, Semarang, dan sekitarnya,” pungkasnya. (taf/ida)

Baca juga:  Vike Poraddwita Yulianti, Bangga Jadi Relawan Kesehatan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya