alexametrics

Dyah Agita Kusumaningsih, Gemar Menulis Kreatif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengembangkan ide kreatif dalam bentuk tulisan seperti essay, proposal, maupun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menjadi salah satu hobi Dyah Agita Kusumaningsih. Gadis yang akrab disapa Gita ini sudah gemar menulis kreatif sejak SMK.

Awalnya, ia tertarik dengan konsep menulis proposal dan laporan penelitian ketika melakukan magang, Dari situlah hobi menulisnya muncul hingga sekarang. Ia pun pernah menjuarai lomba essay pada 2020 yang diadakan oleh himpunan mahasiswa salah satu universitas negeri di Jember.

“Saya mencoba iseng untuk ikut lomba essay nasional Biological Science Day yang mengusung tema Optimalisasi Peran Generasi Z dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 melalui Multisektor,” kata Gita kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Mida Virania, Iseng Ngonten Masak, Kini Jadi Food Vlogger

Awalnya, ia hanya memiliki harapan mendapatkan pengalaman, namun tak disangka ia menjadi juara 2, dan akhirnya lebih tertantang untuk mengembangkan hobi menulisnya.

Mahasiswi program studi S1 Kesehatan Lingkungan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) angkatan 2019 ini mengikuti lomba essay secara tim. Menggandeng dua temannya, Dwi Puspa Oktaningtyas dan Leony Christine Manurung. Gita bersama dengan tim membuat essay berjudul Metode 3MT sebagai Alternatif Penanganan Krisis Lingkungan dari Limbah Masker Sekali Pakai.

“Pengerjaan essay ini kami selesaikan kurang lebih satu bulan, dengan membahas suatu metode untuk meminimalkan peningkatan limbah masker sekali pakai ketika pandemi berlangsung. Baik itu secara edukasi maupun aksi,” ungkap dara kelahiran Blora, 2 Agustus 2002 ini.

Baca juga:  Widiya Febi Alfiyani, MC sekaligus Podcaster

Gadis yang kesehariannya juga turut membantu usaha kos orang tuanya tersebut, mulai mencoba mengajukan PKM dengan dukungan dosen dan teman-temannya. Ia memiliki cara tersendiri dalam pengatur kesibukannya setiap hari. “Agar perkuliahan tidak terganggu biasanya saya mengerjakan PKM, tugas maupun essay di malam hari. Karena jam tersebut buat saya lebih nyaman untuk menemukan ide kreatif daripada di jam pagi,” jelasnya. (cr5/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya