alexametrics

Cita Rasa Kopi Berasal dari Hati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tangan Nur Wahyu Yuliana, 22, kini semakin terampil menyeduh kopi secara profesional. Tiap sajiannya ia selalu detail memperhatikan berbagai aspek, agar kopi buatannya selalu nikmat. Menurutnya, cita rasa kopi itu muncul dari hati.

“Membuat kopi itu sebenarnya dari hati, kalau hati kita lagi bad mood akan menghancurkan rasa,” ujar barista Kafe Disini Kopi, Pantai Sigandu itu pada Jawa Pos Radar Semarang.

Wanita asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang itu menekuni profesinya dari kegemaran minum kopi. Sembari ngopi, Yuli tak malu untuk ikut bertanya dan belajar menyeduh. Ketekunannya belajar secara otodidak membuatnya tertarik terjun ke dunia barista profesional.

“Satu tahun yang lalu saya belajar dasar ilmu barista di kedai kopi di wilayah Kecamatan Blado. Ketika masuk di Kafe Disini Kopi, Alhamdulilah saya diberi ruang untuk belajar dan sekarang lebih menguasai lagi teknik barista,” ucapnya.

Baca juga:  Inkha Rizqy Taqiyya Amalia, Prioritaskan Pendidikan

Barista dari kaum hawa di Kabupaten Batang merupakan profesi yang langka. Namun ia tidak minder dan menganggapnya sebagai sebuah tantangan. Baginya, menjadi peracik kopi bukan suatu profesi yang mudah. Butuh latihan dan ketelitian. Seorang barista harus tahu cara memilih biji kopi yang berkualitas, menggiling kopi, menyeduh, hingga membuat latte art. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya