alexametrics

Tyas Cahya Paningrum, Ikuti Jejak Ayah Jadi Atlet Catur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ungkapan ini tampaknya tepat disandang Tyas Cahya Paningrum. Berawal dari sang ayah yang sering mengajari bermain catur, membuat Tyas tertarik terjun di dunia percaturan.

“Awalnya dari ayahku yang memang atlet catur, aku diajarin permainan catur sejak kelas tiga SD sampai ikut sekolah catur di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA)” ujar dara kelahiran Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tyas menjadi juara catur di beberapa lomba. Ia pernah menyabet juara 1 catur cepat kilat, dan juara 3 catur kilat putri PTKIN se-Jawa-Madura. Hal ini membuktikan bahwa passion-nya di dunia catur tak main-main.

Mahasiswi UIN Walisongo ini mengaku, tips mendulang sukses bermain catur itu dimulai dari persiapan latihan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum mendekati lomba catur. Ia juga selalu menjaga pola makan agar badan tetap fit, dan konsentrasi saat bermain. “Yang penting lagi, berdoa kepada Allah, serta minta doa restu dan support dari orang tua,” katanya.

Baca juga:  Bella Heka Virgiana, Jalankan Tiga Bisnis Sekaligus

Baginya, menjadi atlet catur, khususnya putri itu hal yang menarik. Karena dengan bermain catur, kita diajarkan untuk berpikir dua sampai lima langkah ke depan saat di lapangan. Dalam kehidupan juga dapat diterapkan jika akan melakukan sesuatu alangkah baiknya dipikirkan ke depan, dan bagaimana dampaknya nanti.

“Targetku yang terdekat ini lolos tim Porprov, dan bisa menjadi juara. Selain itu, harapanku dunia percaturan lebih maju dan sukses. Semoga semakin banyak peminat catur putri, karena pecatur putri pesaingnya tidak sebanyak pecatur pria,” ucapnya penuh harap (mg1/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya