alexametrics

Auriska Ditya Novriandini, Tak Sepenuhnya Cinta Membahagiakan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, AURISKA Ditya Novriandini. Gadis cantik kelahiran 19 November 2000 ini, terbilang telah menyita perhatian muda-mudi di Kota Semarang.

Di usianya yang masih belia, sudah menyibukkan diri dengan banyak aktivitas. Aktif menulis karangan cerita di aplikasi novel online yang disebut Joylada.

Ketertarikannya di dunia tulis menulis telah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Namun intensitasnya semakin tinggi di usia 20 tahun. Awal mula dirinya tertarik di dunia menulis, setelah dirinya membaca beberapa karya tulis milik orang lain.

“Waktu kelas 8 SMP itu aku emang pengen nulis tapi belum kesampaian. Kebetulan Mei 2020, pekerjaan aku terkena dampak Covid-19. Akupun mengisi waktuku dengan menulis karya pertamaku,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Ofi Putriya Suci Tertarik Dunia Batik

Auriska oun berhasil mewujudkan karyanya di aplikasi Joylada pada akunnya awpink sebanyak 7 cerita. Masing-masing cerita mengangkat tema yang sama yaitu mengenai Drama-Romance anak remaja.

Cerita tersebut di antaranya My Precious Ketos (2020), Love Blossom (2021), Dear Kenan (2020), Before We Meet (2020), Jatuh dan Cinta (2020), Our Marriage (2020), dan Brown Eyes (2021).

Salah satu karyanya yang telah berhasil dicetak adalah My Precious Ketos. Novel yang memiliki cerita dekat dengan kehidupan nyata dan menarik di kalangan remaja menjadi buruan pembaca seusianya. Mayoritas penggemar awpink berusia 14-27 tahun. Novel tersebut berhasil dicetak sebanyak 28 eksemplar.

Ia berharap lewat karyanya mengajak pembaca masuk ke dalam nuansa cerita yang menyenangkan dan mengimajinasikan karakter para tokoh di dalamnya. Selain itu, gadis kelahiran Semarang ini memberikan pesan kepada pembaca untuk berhati-hati dalam menjalin cinta. Tidak sepenuhnya cinta itu membahagiakan.

Baca juga:  Menulis Mengikuti Pedoman EYD

Keberhasilannya menjadi seorang penulis hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. “Selama menjadi penulis, aku mendapat banyak kebahagiaan, di antaranya punya teman baru, memperluas wawasan, jadi tahu cara menulis yang benar dalam bahasa Indonesia, menambah kosakata dan diksi baru,” tuturnya.

Auriska berharap dirinya dapat menjadi seorang penulis sukses dan terkenal. Ia juga akan terus berkarya hingga menjadi seorang penulis yang mampu menelurkan ide luar biasa. (mg9/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya