alexametrics

Naila Zulfa, Raih Beasiswa Kuliah di Mesir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Gagal masuk perguruan tinggi negeri (PTN), Naila Zulfa justru lolos dalam dua seleksi sekaligus melalui jalur beasiswa PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan Kemenag (Kementerian Agama). Kini, ia diterima kuliah di Jurusan Psikologi Universitas Al-Azhar, Mesir.

Naila –sapaan akrabnya mengatakan, lulus dari SMA berbasis pesantren, yakni SMA Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Magelang, ia dan teman-temannya gencar mendaftar di perguruan tinggi negeri impian masing-masing. Naila mengikuti seleksi jalur SBMPTN, SPANPTKIN, maupun Ujian Mandiri. Namun tak satupun perguruan tinggi negeri yang menerimanya.

“Lihat temen-temen pada membuat planning mau kuliah di mana gitu, saya pun ikut daftar. Sempet ikut beberapa kali tes, termasuk ujian mandiri di UGM, tapi semuanya tidak ada yang diterima,” kenangnya.

Baca juga:  Hobi Fotografi di Sela Kerja

Nah, saat itu Naila masih berada di asrama. Ia mendapat titipan pesan dari kiai pengasuh pondok pesantren KH Ahmad Izzudin yang memberikan amanah kepada dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Mesir. Mendapat pesan demikian, Naila langsung menerima begitu saja. Meski tak pernah terpikirkan untuk menimba ilmu di negeri orang.

Ia pun mengikuti seleksi masuk Universitas Al-Azhar Mesir. Ada 6.000 orang yang mendaftar, dan hanya 1.000 saja yang diterima. Ia mendaftar lewat jalur beasiswa PBNU yang kuotanya hanya 30 orang. Setelah mengikuti proses yang panjang, Naila akhirnya dinyatakan lolos seleksi beasiswa PBNU dan Kemenag. Ia selalu mengingat bahwa ini amanah dari guru sekaligus bapak baginya. Dan amanah besar itu akhirnya terwujud.

Baca juga:  Tingkatkan Sinergitas, BRI Salurkan Beasiswa Bagi Insan Media

“Kepercayaan yang sangat besar tentunya. Apalagi kepercayaan dari bapak sendiri itu sangat luar biasa. Meski saya benar-benar nggak ada niatan mau kuliah di Mesir. Namun sepertinya inilah jawaban atas kegagalan saya masuk PTN,” tuturnya.

Mahasiswi kelahiran Pekalongan ini merupakan santri berprestasi. Selama enam tahun menimba ilmu di Yayasan Syubbanul Wathon, Naila selalu menorehkan banyak prestasi. Bahkan pada kelulusannya, ia merupakan siswi dengan nilai terbaik di sekolah. Tak hanya itu, ia yang fasih bahasa Arab juga menguasai ilmu Nahwu Sorof, bahkan pernah menghatamkan hafalan 1002 bet Alfiyah Ibnu Malik. (mg8/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya