alexametrics

Meutia Pelangi Naghia, Sibuk Organisasi, tetap Berprestasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, AKTIF di organisasi selama kuliah, bukan berarti menjadi kendala dalam meraih prestasi. Meutia Pelangi Naghia, mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris Udinus Semarang telah membuktikan. Meski sibuk kuliah dan organisasi, ia tetap bisa meraih prestasi. Salah satunya meraih Best Presenter pada konferensi Undergraduate Conference On Language, Literature, and Culture (UNLLE) tahun 2021 ini.

Dalam konferensi tersebut, ia mampu mempresentasikan paper-nya berjudul ‘Politeness Strategies Used by The Characters of Brooklyn Nine-Nine’. Meutia bersaing dengan total sekitar 200 peserta, termasuk dengan 30 presenter.

“Sebelum mengikuti ajang tersebut, saya mempersiapkan materi dan kesiapan mental. Saya juga berkonsultasi dengan dosen pembimbing mengenai cara menyampaikan paper agar hasilnya memuaskan. Saya ingin terus membantu FIB Udinus agar dikenal dengan prestasinya,” ujarnya.

Baca juga:  Dias Safira Salsabilla, Berprestasi Berkat Menggambar

Selain prestasi yang membanggakan, ia juga pandai dalam berorganisasi di kampus. Dara kelahiran Semarang, 27 Juni 2000 ini diberikan tanggung jawab besar dan kepercayaan dari para mahasiswa FIB Udinus menjadi Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Udinus. Menurut Meutia, berorganisasi menjadi sarana dirinya dalam melatih kemampuan leadership.

Kesibukannya dalam berorganisasi tak membuat dirinya lupa dalam menjalani perkuliahan sehari-hari. Membuat skala prioritas adalah cara Meutia dalam membagi waktu antara kuliah dan berorganisasi. Selain itu, ia juga rutin berkomunikasi dengan para anggotanya agar kuliah dan organisasi dapat berjalan beriringan.

“Lewat organisasi, saya bisa menambah banyak relasi, dan menjadi lebih paham, serta lebih dekat dengan para anggota BEM FIB maupun organisasi mahasiswa lainnya. Selama ini, kunci saya agar kuliah dan organisasi berjalan adalah menentukan skala prioritas, dan komunikasi yang baik,” katanya.

Baca juga:  Hanifah Annahdliyyah Nurfanika, Pengalaman Jadi Relawan di Slovakia

“Dulu saya anaknya antisosial banget, bener-bener introvert. Setelah masuk organisasi dan ketemu banyak orang, akhirnya saya bisa speak up, mengutarakan opini, berani nolak, dan lain-lain,” tambahnya. (cr5/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya