alexametrics

Belajar Sains tanpa Ada Paksaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sejak duduk di bangku SMA Negeri 7 Semarang, Mutia Rafa tertarik mendalami sains. Mulai dari fisika, kimia, hingga biologi. Menurutnya, mempelajari sains bisa membuka mata tentang cara kerja segala yang ada di bumi, bahkan antariksa. Ia senang memperajari hal-hal baru. “Seperti di fisika ada hukum archimedes, yakni dalam air sedikit tekanan dari benda akan menimbulkan gaya apung,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kegigihannya mempelajari sains ini selalu dijaga untuk mewujudkan mimpinya masuk Fakultas Kedokteran (FK). Pada saat jam kosong di sekolah, ia memilih pergi ke perpustakaan sekolah. Menyendiri untuk membaca dan belajar, khususnya biologi yang paling disukai. “Biologi itu dekat dengan kita. Ada dalam diri kita. Makanya menarik didalami. Kita jadi tahu diri kita, dan cara kerja tubuh kita. Bagaimana darah dialirkan ke seluruh tubuh, sampai DNA manusia,” jelas dara yang lebih suka dikatakan tekun daripada cerdas ini.

Baca juga:  Aurellia Inez Megaputri, Milenial Perlu Melek Properti

Ia mengaku berusaha keras untuk selalu mendapat predikat akademik yang baik. Segala upaya dilakukan untuk mencapai goals-nya dengan sepenuh hati tanpa ada paksaan. Usahanya berhasil. Mutia resmi diterima sebagai mahasiswi FK Undip. Anak tengah dari tiga bersaudara itu kini kembali menaruh goals untuk melanjutkan studi dokter spesialis bagian kardiotorax atau jantung kelak. Menurutnya, hal itu sangat menantang, mengingat jantung termasuk bagian penting tubuh yang menentukan hidup mati seseorang.

“Saya nggak mau menjalani perkuliahan di jurusan yang nggak saya sukai, karena kemungkinan kita bakal sulit enjoy dalam prosesnya nanti. Apalagi sampai menyesal salah jurusan,” katanya.

Meski sibuk mengejar target akademik, ia juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler debat Bahasa Inggris. Ia memiliki ketertarikan mempelajari bahasa internasional tersebut. Selain itu, dengan berdebat, ia dapat mengasah nalar kritisnya.  Dalam beberapa kesempatan, Mutia bahkan maju dalam perlombaan antarkota. Beberapa kali ia juga mengikuti olimpiade sains. Gadis belia ini percaya, segala yang dipelajari harus datang dari keinginan diri sendiri. “Belajar itu karena diri sendiri, itu motivasi paling kuat bagi saya. Jangan sampai kita menjalani sesuatu dengan terpaksa,” tegasnya. (taf/aro)

Baca juga:  Cita-Citanya Polwan, Kini Jadi Duta Wisata

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya