alexametrics

Yolanda Marcella Binambuni, Bikin Essay Budaya Gila Kerja

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sejak duduk di bangku SMP, Yolanda Marcella Binambuni sudah menyukai dunia tulis menulis. Ia biasa menulis cerita fiksi di watpad kala itu. Berbagai pencapaian juga didapatkannya.

Achivement saya yang paling besar saat reader-nya sampai 3 ribu orang kala itu,” kata gadis yang akrab disapa Cella ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat memasuki SMA, ia mengaku mulai menyukai menulis essay sampai sekarang. Begitu pula setelah menjadi mahasiswi Bahasa Inggris Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), menulis essay menjadi hobinya. Bahkan essay yang ditulisnya, berhasil bersaing di tingkat internasional.

Essay berjudul Hustle culture, Burnout Generation, and its Effect for Future Civilization itu ditulisnya dalam ajang International Essay Competition 2021. Saat itu, ia berhasil menyabet juara empat dari kurang lebih 89 peserta dari tiga negara.

Baca juga:  Penjual Bendera Mulai Menjamur di Semarang

Gadis kelahiran Semarang ini mengaku memilih tema tren gila kerja (hustle culture) bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan, orang-orang yang gila kerja akan rela mengorbankan seluruh waktunya untuk bekerja tanpa peduli aspek kehidupan yang lain. Hal ini, menurutnya, merupakan buah dari masyarakat yang modern kapitalis.

“Tren gila kerja sekarang ini menjadi toxic dan tidak sehat. Karena adanya hustle culture yang menormalisasikan, bahkan mempromosikan tenaga kerja yang tidak manusiawi tersebut,” ungkapnya.

Cella berharap pesan yang disampaikan lewat essay-nya itu bisa memberikan informasi betapa beracunnya budaya gila kerja. Sehingga diharapkan generasi muda bisa paham pentingnya keseimbangan hidup, dan tidak terpaku pada kerja semata.

Baca juga:  Hidup Tak Lengkap tanpa Musik

“Sebenarnya saya pengin spread awareness mengenai hustle culture. Saya sendiri tidak sadar sudah menganut hustle culture juga. Setelah tahu dampaknya, saya baru sadar apa yang saya lakukan ini tidak sehat,” katanya.

“Di sini pasti banyak juga case seperti saya, yang tidak sadar menjadi penganut budaya gila kerja. Nah, saya ingin jadi orang yang menyebarkan awareness agar saya bisa bantu orang lain lebih mawas diri mengenai kesehatan mental, dan esensi hidup mereka,” ujarnya. (cr5/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya