alexametrics

Indah Pambudi Arumsari, Senang Bersosialisasi dengan Masyarakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Indah Pambudi Arumsari banyak mengisi waktu dengan berkegiatan di lingkungan masyarakat. Salah satunya dengan ikut serta organisasi karang taruna di kampungnya, di Dusun Bayanan, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Indah bergabung bersama karang taruna sejak 2018, setelah lulus SMK. Sebab, ketika SMK, dia tinggal di asrama.

Indah terpanggil untuk bergabung bersama karang taruna karena ingin lebih bermanfaat di kampungnya. Meskipun hanya dari hal-hal kecil saja. Berorganisasi di level masyarakat pun membuat Indah mendapat banyak kesenangan sekaligus pengalaman.

Indah merasa sangat senang ketika membuat acara 17-an. Mulai dari mengadakan lomba untuk anak-anak dan para ibu, jalan santai, hingga acara pentas seni.

Baca juga:  Dhurra Ayu Tsalatsia, Ubah Citra Pasar Tradisional

“Anak-anak antusias saat disuruh tampil menari tari tradisional. Orang tuanya juga senang melihat anak mereka,” tutur Indah kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (31/5) sore.

Berbeda dengan berorganisasi di kampus, di kampung Indah merasa harus lebih memiliki rasa pengertian. Dia tidak bisa mengabaikan masukan atau pendapat dari orang yang lebih tua. Di samping itu, harus merangkul yang lebih muda.

“Kalau di kampus kan umurnya tidak jauh beda, ya? Nah, kalau di kampung itu orang-orangnya kan dari berbagai usia, dan latar belakang. Istilahnya, harus bisa ngemong,” ujar mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Untidar ini.

Dengan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat di kampunya, gadis kelahiran 22 Maret 1999 ini mengaku senang karena bisa srawung. Di matanya, srawung menjadi sesuatu yang penting agar bisa diterima masyarakat lingkungan sekitar. Kata Indah, itu erat kaitannya dengan tolong-menolong dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga:  Regita Nur Susanti, Hasilkan Rupiah dari Fotografi

“Kita kan makhluk sosial. Sebisa mungkin harus berinteraksi baik dengan orang-orang sekitar,” kata Indah. “Yang namanya hidup di kampung itu kalau nggak srawung nanti rabinya suwung,” imbuhnya sambil tertawa ringan. (rhy/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya