alexametrics

Linatul Muna, Temukan Ketenangan di Puncak Gunung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Linatul Muna mulai tertarik mendaki gunung sejak 2015. Ketika itu, ia masih SMA, dan bergabung di acara fun hiking yang diadakan organisasi pecinta alam di sekolahnya. Meski bermula dari iseng, ia akhirnya menjadi ketagihan. “Pertama coba dulu di Gunung Andong. Dari situ, mendaki gunung membuat candu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lina -sapaan akrabnya- mengaku, pernah mendaki Gunung Telomoyo, Bukit Kelir, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran. “Beberapa gunung itu saya daki beberapa kali, seperti Gunung Ungaran sudah dua kali, Andong tiga kali,” akunya.

Bagi dara kelahiran Demak, 20 November 1999 ini, setiap mendaki gunung, ia mendapatkan keindahan, ketenangan, dan juga obat hati. Di atas ketinggian, ia biasa berteriak untuk melegakan perasaan tanpa harus bercerita dengan siapa pun.

Baca juga:  Susanti Lestari, Asah Kemampuan Public Speaking

Meski begitu, sejumlah tantangan dan rintangan pernah dialami. Diceritakan, sewaktu mendaki ke Gunung Merbabu, ia bersama teman-temannya terkena badai. Nyaris tak bisa keluar dari tenda. Bahkan, tenda yang ia tempati hampir terbakar, karena mereka nekat masak di dalam tenda. “Tapi beruntungnya berhasil selamat, meskipun pada shock,” ucap mahasiswi semester 4 Politeknik ATK Jogjakarta ini.

Selain rintangan trek pendakian di setiap gunung yang berbeda, ia juga sempat mengalami kejadian mistis. Di Gunung Merbabu, salah satu teman mendakinya kesurupan. Mengamuk, semua alat seperti tas, sepatu, dan lain-lain dibuang.

“Dia bilang tasnya berat, isinya kepala orang. Seketika rombongan tremor semua, akhirnya pada berdoa. Saat itu, rasanya ingin turun lagi. Tapi akhirnya kami sampai ke pos 3 Merbabu,” ungkapnya.

Baca juga:  Harga hingga Rp 2 Juta, Sebulan Laku 20 Bonsai

Biasanya, Lina mendaki bersama empat sampai tujuh orang. Semua direncanakan mulai dari persiapan logistik, peralatan tenda, keperluan pribadi, dan perlengkapan kesehatan. Berbagai pengalaman yang dirasakan tak menyurutkan niat untuk kembali mendaki gunung. Ke depan, Lina ingin menjelajahi berbagai ketinggian gunung di Indonesia yang sekiranya fisik dan materialnya mampu. “Ingin ke Bromo,” katanya. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya