alexametrics

Tsaqiva Kinasih Gusti, Seniman Multitalenta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Minat dan bakat anak sebenarnnya sudah terlihat sejak kecil. Seperti yang dimiliki Tsaqiva Kinasih Gusti. Putri pasangan Hasan Aoni dan Kismiati ini sejak kecil sudah memiliki bakat di bidang seni dan menulis. Awalnya, ia suka melihat ayahnya membaca buku dan menulis lagu. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tsaqiva banyak meniru ayahnya. Ia suka menulis cerita pendek (cerpen). Menulis pun sudah menjadi kebiasaannya.

Waktu kecil, Tsaqiva merupakan tipe anak yang tidak banyak ngomong. Ia lebih banyak mendengarkan orang berbicara. “Kalau ngomong merasa takut ada hal-hal yang nggak tersampaikan,” katanya. Sehingga ia lebih banyak menulis. Dari menulis menjadi berkembang ke banyak hal, mulai cerpen hingga lagu.

Baca juga:  Dilukis dengan Kuas, Pernah Dipamerkan di Arab Saudi

Walaupun bukan terlahir dari keluarga seniman, tetapi orang tua Tsaqiva sangat terbuka dengan hal-hal yang berbau dengan seni. Keluarganya pun cukup ekspresif. Sehingga anak-anaknya bebas mengungkapkan ekspresinya dengan cara masing-masing. Salah satu cara Tsaqiva mengekspresikan dirinya yaitu dengan menulis, lalu melagukan tulisannya. Bahkan tulisan cerpen Tsaqiva pernah diterbitkan di koran nasional.

Gadis 18 tahun ini pernah diundang di salah satu program acara televisi nasional yang dipandu oleh Cak Lontong. Awalnya, ia mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Aktualisasi Potensi Anak Melaui Media Musik dan Dongeng yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam rangka memperingati hari Dongeng Anak Nasional 2017.

Pada Bimtek saat itu, Tsaqiva menulis cerpen yang berjudul Bintang di Langit Jakarta. Bersama teman-temannya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKMB) Omah Dongeng Marwah, Tsaqiva membuat film pendek yang diadaptasi dari cerpennya. Film tersebut kemudian diberi judul Mata Jiwa.
Tsaqiva menulis sendiri naskah skenario sekaligus menjadi sutradara dalam film pendeknya. Tak tanggung-tanggung, ia juga yang menulis Original Sound Track (OST) dalam film tersebut. Beberapa bulan kemudian, kabar Tsaqiva memproduksi film pendek bersama teman-temannya terdengar sampai Kemendikbud. “Anak SMP kok buat film,” cerita Tsaqiva.

Baca juga:  Yang Boleh Pentas Hanya Seniman Lokal Temanggung

Setelah jadi, film Mata Jiwa kemudian di-tour-kan di tujuh kota, yaitu Pati, Salatiga, Semarang, Kudus, Jogja, Purbalingga, dan Jakarta. Tour tersebut berakhir di gedung Kemendikbud pada saat hari Dongeng Anak Nasional.

Selain karya cerpennya yang telah difilmkan, ia juga suka menulis lagu. Sampai saat ini terhitung sudah ada 89 lagu yang ditulisnya. Dari ke-89 lagu yang ditulis, sekitar 10 lagu telah dirilis. Itu pun masih berupa single. Lagu yang sudah dirilis tersebut bisa didengarkan di YouTube, kecuali lagu yang berjudul Mystery sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital streaming music seperti Spotify, JOOX, dan iTunes.

Bakat seni lain yang ditunjukkan Tsaqiva yaitu melukis. Ia suka melukis untuk dirinya sendiri yang diabadikan di kamar dan media sosial. (mg6/aro)

Baca juga:  Seniman TBRS Masuk Kampung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya