alexametrics

Nur Iman Dinda Kinsaranate, Ciptakan Banyak Inovasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dunia imigrasi memikat Nur Iman Dinda Kinsaranate. Sejak lulus SMA, ia sudah terpikat ingin menyelami seputar imigrasi. Seperti bayangannya, bidang ini memang luas. Tak hanya mencakup wilayah Indonesia, namun juga mancanegara.

Berkat keinginannya yang gigih, wanita 37 tahun ini berhasil menapaki langkah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ibu satu anak ini mengaku sudah menjelajahi semua bidang imigrasi, mulai bidang paspor, Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim), pengawasan orang asing, Informasi dan Komunikasi (Tikim), Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara, dan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

Menurutnya, tidak ada kesulitan dalam bekerja. Hanya saja, yang membuat pekerjaannya sedikit berat lantaran harus dipindah atau dimutasi, dan dipromosikan. Tentunya ia harus pandai mengatur waktu untuk keluarga, dan pekerjaannya.

Baca juga:  Monitoring Pasien Cukup dari Gadget, Meminimalkan Tertular Covid

“Itu yang sedikit berat untuk seorang perempuan, apalagi saya menjadi istri dan ibu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kin -sapaan akrabnya- merinci, pernah bertugas di Kantor Imigrasi Denpasar, Kantor Imigrasi Banda Aceh, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Jakarta, Kantor Imigrasi Bekasi, Kantor Imigrasi Kediri, Kantor Imigrasi Semarang. Dan saat ini bertugas di Rudenim Semarang sebagai Kasi Registrasi Administrasi dan Pelaporan.

Sejak ia bertugas di Rudenim pada Januari 2020 lalu, ia bersama tim sudah menciptakan banyak inovasi. Di antaranya, E-KIP (kartu Identitas Pengungsi Elektronik); SiTenar (Informasi Deteni Semarang); Survei IKM yang diterjemahkan ke tiga bahasa asing, yakni Inggris, Arab dan Persia; Ruang Layanan Video Call; Ruang Layanan Kunjungan Deteni; Rudenim Studio; Rudenim Go Green; Laras Tenar (Pelayanan Cita Rasa Deteni Semarang); Act Tenar (Activity Deteni Semarang), dan Go Doc Tenar (layanan kunjungan dokter ke Rudenim bagi Deteni Semarang). “Di mana pun saya bekerja harus optimal,” tegasnya selalu memegang prinsip.

Baca juga:  Potensi Kopi Lokal Temanggung sebagai Inovasi Terapi Herbal

Di sela kesibukannya, Kin selalu menyertakan hobi. Menurutnya, hal ini akan membuatnya memiliki banyak komunitas. Ia mengaku tak ingin hanya memiliki kumpulan dengan orang kantor, tapi harus memperluas jaringan di luar. “Saya sejak dulu pasti punya komunitas, ada merajut, make up, bahkan gym,” katanya. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya