alexametrics

Putri Ayu Cahya Lestari, Bersyukur Bisa Bantu Anak-Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TAK semua anak ditakdirkan hidup di keluarga yang berkecukupan, dan bisa mengenyam pendidikan dengan baik. Hal itulah yang menggerakkan Putri Ayu Cahya Lestari untuk melakukan kegiatan sosial yang berfokus pada anak-anak. Ia terlibat aktif di Komunitas Senyum Anak Nusantara, sebuah komunitas yang berfokus pada kegiatan sosial pendidikan anak-anak, dan sudah tersebar di 43 kota di Indonesia.

“Aku sadar betul adanya sekat yang membatasi, dan membedakan kualitas pendidikan di satu tempat dengan tempat yang lain. Jadi, inginnya membantu pemerataan pendidikan dengan caraku sendiri,” ujar gadis yang akrab disapa Ayak ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/2).

Berawal dari keinginannya untuk bermanfaat bagi orang lain, Ayak mulai memikirkan cara untuk bisa memberi manfaat. Namun ia sadar, hal itu tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itulah, ia memutuskan untuk bergabung di komunitas yang bergerak di bidang sosial.

Baca juga:  Bikin Konten Cover Lagu

“Mengikuti kegiatan volunteer membuat kita lebih mudah diterima di suatu kegiatan lain,” tutur gadis 20 tahun ini.

Sejak bergabung dengan Komunitas Senyum Anak Nusantara tahun kemarin, Ayak sudah bergerak di wilayah pinggiran Kota Semarang yang membutuhkan pemerataan pendidikan. Salah satunya panti asuhan di daerah Gunung Pati, dan di salah satu desa di daerah Sumowono. Ia juga pernah melakukan kegiatan sosial di kota lain, seperti Pekalongan.
“Karena tahun ini Alhamdulilah aku diamanahi menjadi External Vice President di kepengurusan Komunitas Senyum Anak Nusantara Pusat, mungkin akan berlanjut di daerah lain,” jelas putri pasangan Tri Hadiyanto dan Susi Lestari ini.

Bersama komunitasnya, Ayak mengedukasi anak-anak melalui hal yang bersifat formal seperti pembelajaran di sekolah, dan non-formal seperti keterampilan, dan norma. Mereka juga sering menyalurkan bantuan, mengadakan webinar, perlombaan, bahkan membuka taman baca public space untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Tak sedikit orang tua yang merasa terbantu dengan kegiatan yang dilakukan itu. Bahkan, perangkat desa pun ikut merasa terbantu sampai memintanya dan kawan-kawannya untuk terus berkunjung dan mengadakan kegiatan di sana.

Baca juga:  Maria Ave Kusuma, Terpikat Arsitektur

“Anak-anak pun sudah menganggap kami seperti kakak sendiri. Mereka merasa nyaman untuk bercerita banyak hal dan mengharapkan kami untuk sering mengunjungi,” katanya senang. (mg1/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya