alexametrics

Tasya Vivia Andriana, Menyukai Susur Gua

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tak sekadar mendaki gunung, Tasya Vivia Andriana sangat menyukai susur gua. Mahasiwi semester enam program studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Stikubank Semarang ini terpikat dengan keindahan alam, sehingga rela mengambil risiko yang cukup tinggi.

Dalam setiap perjalanannya, Tasya –sapaan akrabnya– sangat menikmati. Meski ada banyak kesulitan dan rintangan yang tak ringan. Ia mulai menyukai petualangan ini sejak bergabung di Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Stikubank Semarang (Mapalast). Di antara pilihan mendaki, panjat tebing, dan olahraga arus deras, ia lebih terpacu untuk mendalami susur gua. “Karena bisa menikmati keindahan yang tersimpan di perut bumi, nggak cuma yang nampak dari ketinggian saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Siti Kumawati, Selalu Enjoy, Bersyukur, dan Menikmati

Tasya menjelaskan, sebelum menelusuri gua, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Ia bersama tim perlu melakukan manajemen penelusuran. Di antaranya, harus menentukan tujuan untuk sekadar wisata atau melakukan pengambilan data, mengorek informasi kondisi gua, termasuk terdapat kandungan racun atau tidak, medannya seperti apa, pembagian peran, hingga estimasi waktu.

Untuk mendapatkan data yang ada di dalam gua, ia harus melewati beberapa tantangan. Di antaranya, ketika mendapati gua yang berlumpur atau licin. Tak hanya itu, kadar air yang sedikit juga menyebabkan lumpur lengket. Cuaca juga berpengaruh, jika mendung yang dikhawatirkan bakal banjir. Bisa membahayakan diri dan tim. “Itu akan menghambat penelusuran,” jelasnya.

Baca juga:  Hobi Fotografi di Sela Kerja

Selain itu, lanjut dia, kesulitan lain yaitu ketika menemukan lorong yang kecil. Sebab, harus merayap dan merangkak. Ia tak memungkiri untuk bisa sampai di dasar gua, khususnya gua vertikal, memang penuh perjuangan. “Di situ bakal berpikir bahwa hidup seketika bisa saja berakhir saat itu juga karena kegiatan susur gua berisiko nyawa,” ujarnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu alat. Biasanya ia menyiapkan helm, senter, cover all seperti lengan panjang, sepatu boots, obat-obatan pribadi, tali, hingga makanan. Wajib bagi setiap tim mengetahui fungsi pengaman biar tak kesusahan. Oleh karena itu, manajemen penelusuran harus matang.

Sejauh ini, Tasya telah menelajahi Gua Kiskendo di Kendal, Gua Pindul di Jogja, dan Gua Kreo di Semarang. Sementara itu, untuk naik gunung ia sudah napak tilas di Gunung Prau, Gunung Kembang, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan dan Gunung Telomoyo. (ifa/aro)

Baca juga:  Produknya Tembus Mancanegara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya