alexametrics

Arliza Aprilia Ningtyas, Keluar dari Zona Nyaman

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak kecil sudah difasilitasi semua kebutuhan oleh orang tua mulai dari les pelajaran sekolah, piano, hingga renang membuat Arliza Aprilia Ningtyas tumbuh menjadi pribadi yang cuek, egois, dan tidak peka dengan perjuangan orang tuanya. Hal inilah yang memotivasi gadis kelahiran 22 April 1999 ini untuk keluar dari zona nyamannya dengan bergabung di bisnis produk kesehatan ternama di Indonesia sejak dua tahun lalu.

Arliza bercerita, uang saku dari orang tua saat sekolah SMA di Pondok Pesantren dan kuliah sama saja, padahal kebutuhan sehari-hari sudah berbeda. Gaji orang tuanya yang tidak seberapa dan harus diberikan ke tiga saudaranya yang lain menjadi motivasi terbesar Arliza untuk berbisnis.

Baca juga:  Pengen Peran Antagonis

“Pas sekolah SMA, kiriman Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu sangat cukup lah, karena makanan dan laundry sudah difasilitasi di pondok pesantren. Tapi pas mulai kuliah, kiriman orang tua kok masih sama, padahal di kampus masak dan laundry aku lakukan sendiri, belum lagi keperluan kuliah seperti buku. Aku mikir dong bagaimana caranya uang sakuku bertambah, tapi nggak minta sama orang tua,” ungkap mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Awalnya, Arliza diajak oleh seorang teman untuk ikut pertemuan sharing peluang usaha oleh salah satu mentor bisnis ternama tersebut yang juga dihadiri 10 orang lainnya. Selesainya sharing, tidak ada satupun orang yang bergabung. Tetapi di tengah perjalanan pulang, Arliza memutuskan untuk kembali dan bergabung dengan bisnis tersebut.

Baca juga:  Usir Stres, Aprilia Pelihara Kucing

“Awalnya ragu, tetapi pas pertemuan itu memang aku banyak bertanya karena aku orangnya ingin tahu. Setelah berpikir bagaimana cara mendapatkan penghasilan, tetapi tetap bisa stay di rumah, akhirnya aku memantapkan niat untuk join bisnis itu,” tambahnya.

Aktif organisani pramuka dan paduan suara di kampus, Arliza mengungkapkan bahwa awal-awal berbisnis melelahkan, bahkan dia sempat terbaring sakit selama satu minggu. Tetapi hal tersebut tidak mengurungkan semangatnya untuk tetap berbisnis. “Walaupun sempat sakit, aku tetap lanjut bisnis, karena dari segi pleasure, dengan bisnis ini aku membayangkan yang indah-indah seperti bisa mengumrahkan orang tua, travelling, dan memenuhi kebutuhanku yang lain, di mana gak bisa aku dapat hanya dengan mengandalkan kuliah saja,” jelasnya.

Baca juga:  Begini Alasan Bupati Asip Minta Petugas Puskesmas dan RS Harus Ramah pada Pasien

Dengan dukungan penuh orang tua, dua tahun lebih sejak bergabung dengan bisnis tersebut, Arliza berhasil menjadi pembicara di berbagai acara sharing bisnis. Bahkan dia sudah pernah mengisi acara seminar Vision yang dihadiri oleh 500 peserta.

“Bisnis itu, apapun kondisinya sekarang, bukan masalah kamu bisa atau nggak bisa, tapi mau atau nggak mau. Kata-kata favoritku adalah tidak harus hebat untuk memulai, tapi memulai untuk menjadi hebat,” katanya. (mg17/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya