alexametrics

Nurul Aisyara, Buka Jasa Save My Kos saat Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi virus Covid-19 justru membawa berkah bagi Nurul Aisyara. Alumnus Universitas Negeri Semarang (Unnes) membangun sebuah usaha atau start up untuk membantu permasalahan para mahasiswa. Usaha bertajuk “Save My Kos” ini muncul dikarenakan kondisi pandemi seperti ini membuat para mahasiswa dari luar kota tidak bisa kembali ke kos masing-masing. Hal itu menjadi sebuah permasalahan baru tentang keadaan barang-barang yang ada di kos setelah ditinggalkan berbulan-bulan.

“Dulu aku kepikiran, karena waktu itu kan pandemi, dan pasti anak kos pada di rumah. Terus dari situ aku mikir, barang-barang mereka di kos bagaimana?” ujar Nurul Aisyara kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berawal dari situ, gadis kelahiran Pati, 22 tahun lalu ini akhirnya membuat sebuah jasa yang dapat membantu para mahasiswa yang barangnya masih berada di Semarang. Jasa ini meliputi bersih-bersih kos, pindahan kos, atau antarjemput barang. Bersama tiga temannya, ia menjalankan usaha ini dari nol dengan memanfaatkan kondisi pandemi saat ini.

Baca juga:  Bikin Inovasi Cobek Karakter, Pakai Batu Gunung Merapi

“Saat pandemi awal, mereka pada takut balik ke Semarang. Jadi, dengan adanya jasa ini, mereka tidak usah balik ke Semarang, biar kalau ada apa-apa bisa hubungin kita,” ungkapnya.
Ia pun melakukan berbagai upaya untuk memperkenalkan jasa yang mereka bangun melalui media sosial seperti Twitter, WhatsApp dan Instagram. Dari promosi tersebut, banyak yang tertarik dan membutuhkan jasa mereka, akhirnya awal usaha yang Nurul rintis mulai berkembang. Untuk ruang lingkup usaha yang dilakukan, sebagian besar di wilayah Unnes. Namun juga ada beberapa costumer yang berasal dari luar Unnes.

“Banyak sih yang dari luar Unnes, seperti dari Udinus. Kemudian ada pelanggan yang minta pindahan dari Unnes ke Tembalang juga ada,” tuturnya.

Baca juga:  Modal dari Uang Beasiswa, Hijab Didesain Sendiri

Diakui, terdapat kejadian-kejadian unik saat menjalankan jasa ini, seperti miskomunikasi dengan pelanggan sampai ikut dimarahi oleh pemilik kos. Untuk ke depannya ia berkeinginan merekrut orang kepercayaan untuk meneruskan usaha yang dijalankan sejak Juni 2020 lalu ini. (mg19/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya