alexametrics

Adinda Ayuningrum Salsabila, Sedih saat Tertibkan Pasar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berawal dari sering melihat para anggota Satpol PP patroli ketika masih membantu orang tua berjualan getuk di pasar, membuat Adinda Ayuningrum Salsabila mengenal dan tidak asing dengan polisi pamong praja ini. Hal ini membuatnya tertarik untuk bergabung dengan Satpol PP.

“Satpol PP itu sangat berwibawa. Apalagi kalau memakai seragam kebanggaan warna coklat dan dilihat oleh banyak orang, hal ini yang membuat saya tertarik,” kata dara kelahiran Magelang, 10 Agustus 1998 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bagi Dinda –sapaan akrabnya– menjadi anggota Satpol PP adalah suatu kebanggaan tersendiri. Karena bisa menjadi garda terdepan dalam terwujudnya ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Ia bergabung menjadi anggota Satpol PP pada 2017. Saat Satpol PP Kota Magelang ada lowongan, ia tanpa ragu untuk mendaftar.

Baca juga:  Hanifah Annahdliyyah Nurfanika, Pengalaman Jadi Relawan di Slovakia

“Alhamdulillah saya bisa diterima. Kedua orang tua sangat mendukung penuh, dan sering memberikan semangat,” ucapnya.

Ia mengaku, sebelum menjadi anggota Satpol PP, ia ingin meneruskan usaha getuk agar bisa menjadi lebih besar dan semakin maju. “Kalau keluarga, Alhamdulillah juga memiliki usaha jualan getuk. Usaha getuk ini sudah dari nenek hingga sekarang,” katanya.

Setelah menjadi anggota Satpol PP, terkadang Dinda merasa gelisah dengan tugas yang diterima ketika melakukan penertiban pedagang di pasar tradisional.

“Jujur saya awal-awal bertugas menjadi anggota Satpol PP, sedikit takut dan tidak tega. Saya dulu hidup di pasar, ibu saya juga berjualan pasar, tapi sekarang kok malah saya bertugas menertibkan pasar. Hal ini terkadang membuat hati saya sedikit tidak tega dan sedih. Tapi saya profesional, dan mencoba melawan hati kecil saya,” ujarnya.

Baca juga:  Terkendala Regulasi, Tak Bisa Serta Merta Jatuhkan Sanksi

Gadis yang hobi olahraga sejak SD ini punya prinsip tidak mau membuang-buang waktu, karena satu detik sangat berharga dan tidak bisa diulang kembali. “Maka gunakanlah waktu semaksimal mungkin untuk hal-hal positif dan bermanfaat,” katanya. (cr1/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya