alexametrics

Syifa Fachriah, Impikan Seni Peran sejak Kecil

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Seni peran sangat digemari oleh kawula muda saat ini. Apalagi banyak media yang bisa digunakan untuk menuangkan bakat seni peran, mulai dari cerita pendek, teater, sinema maupun serial. Syifa Fachria, mahasiswi alumni Universitas Diponegoro (Undip) salah satu yang menyukai seni peran. Bahkan, bakatnya sudah muncul sejak kecil.

Syifa mengaku semua berawal dari nonton film, jadi suka akting. Kalau dulu tidak ada teman buat diajak akting-aktingan. Dia rela main sendiri di kamar. “Tapi setiap diperhatikan oleh orang tuaku, pasti aku berhenti karena malu,” ujar dara kelahiran Jakarta ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Demi menyalurkan hobinya, alumni Ilmu Hukum Undip ini memutusakan bergabung dengan salah satu Teater Lingkar di tahun 2017. Komunitas yang telah memberikan segudang ilmu ini, membuat Syifa semakin termotivasi untuk menekuni apa yang ia suka. Terlebih ada dukungan dari kedua orang tuanya, walaupun sempat khawatir terhadap pendidikannya.

Baca juga:  Jadi Arsitek Profesional

“Ayahku sempat takut kalau pendidikanku terganggu karena ikut teater. Kalau ibuku sudah tahu kalau aku suka seni peran. Beliau dari awal mendukungku. Terlebih pas aku lulus dengan predikat cumlaude dan tampil di pementasan dengan baik, menepis semua keraguan dan kekhawatiran ayahku,” ungkapnya.

Sejak bergabung dengan Teater Lingkar, Syifa mendapatkan banyak ilmu mulai dari ilmu tentang pengendalian diri, pengendalian mood/rasa, kedisiplinan, kesabaran, melatih kemampuan menghafal naskah, kemampuan berimprovisasi dalam pementasan teater, penjiwaan, ilmu psikologi, belajar mengamati kehidupan manusia dan banyak lagi.

Gadis kelahiran tahun 1997 ini mengungkapkan, untuk mendalami sebuah peran atau karakter, harus bisa mengerti sedalam-dalamnya. Ia bersyukur bisa mengembangkan dan menunjukkan bakatnya, meski tergolong sosok pemalu.

Baca juga:  Terkesan Menari di Depan Jokowi

“Selama bergabung Teater Lingkar, Alhamdulillah aku sudah bermain di naskah “Tuan Kondektur”. Salah satu pementasan yang paling berkesan buatku, karena naskahnya panjang dan tokoh dalam cerita hanya 3 orang selama 45 menit pementasan,” ucap gadis empat bersaudara ini.

Selain berkesempatan melakukan pementasan, Syifa juga bisa belajar produksi film dari beberapa seniman di Teater Lingkar. Bahkan, mendapatkan kesempatan mengamati secara langsung bagaimaa cara membuat film yang bagus dan baik. (mg19/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya