alexametrics

Shalma Tasyaghata Pramono, Pelatih Aerobik Termuda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Meski usianya masih muda, Shalma Tasyaghata Pramono, sudah menjadi pelatih aerobik. Bahkan, ia mengklaim sebagai pelatih aerobik termuda di Kota Salatiga.

Gadis yang akrab disapa Tasya ini mengaku menekuni senam aerobik sejak duduk di bangku SMP. “Saat SMP kelas 2 saya ikut latihan aerobik bersama ibu-ibu. Sejak itu, saya jadi suka,” kata gadis kelahiran Semarang, 17 Agustus 1999 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selanjutnya, Tasya mengikuti sejumlah lomba aerobik. Baik tingkat kota hingga provinsi. Hasilnya, ia kerap meraih juara. “Saya biasa ikut lomba atas nama individu, bukan komunitas,” akunya.

Hobinya itu berlanjut saat duduk di bangku SMA Negeri 1 Tengaran. Kemampuannya dalam senam aerobik semakin terasah. Bahkan sejak kelas 2, dirinya kerap diminta menjadi pelatih aerobik di komunitas ibu-ibu di kampung-kampung.

Baca juga:  Kejurkab Voli Jaring Atlet Andal

“Saya sering dipanggil ibu-ibu di desa-desa buat melatih senam aerobik setiap sepekan sekali. Alhamdulillah, honornya bisa buat tambahan uang saku,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, Tasya melanjutkan kuliah di jurusan Public Relation Universitas Kristen Satya Wacana. Meski demikian, ia tak meninggalkan hobinya senam aerobik. Tasya justru terus mengasah diri menjadi seorang pelatih aerobik.

“Awalnya saya ikut Fit Body Shape sebelum mengikuti ujian tingkat pertama. Saya juga sering ikut pelatihan dan workshop di beberapa kota besar untuk menambah pengalaman sebagai pelatih,” kata putri pasangan Eko Pramono dan Desy Farasinta ini.

Di sela kuliah, dara yang tinggal di Klero, Tengaran ini ikut komunitas pelatih senam di Salatiga. Namanya SAKTI atau Salatiga Instruktur Community. Kini ia juga memiliki sanggar senam sendiri, dan sering mengadakan pelatihan. (mg10/aro)

Baca juga:  Balkesmas Ambarawa Sosialisasi Dagasibu kepada Peserta Senam

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya