alexametrics

Desy Natalia, Bangga Jadi Analis Kesehatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BISA menjadi analis kesehatan atau pegawai laborat, tak terpikirkan sebelumnya oleh Desy Natalia. Meski begitu, dia sangat bangga, meski cita-cita sebelumnya jadi dokter.

“Orang-orang tahunya paling familiar kan dokter. Waktu itu sempat ingin masuk kedokteran, tapi terkendala biaya kuliah mahal. Kemudian masuk ke sekolah kesehatan karena dapat beasiswa dari pemerintah daerah,” kata lulusan D-III Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang, Rabu (12/8) kemarin.

Dara 21 tahun berzodiak Sagitarius ini mengungkapkan, analis kesehatan bekerja di balik layar. Andilnya sangat besar untuk dunia medis. Terutama ketika mengambil tindakan operasi. “Analis kesehatan atau pegawai laborat itu memeriksa segala sesuatu sebelum dilakukan operasi. Bahkan dokter sebelum mendiagnosa pasien, harus melakukan pemeriksaan di laboratorium dulu,” ucap dara kelahiran Kalimantan Barat ini.

Baca juga:  Iftita Maulida, Ajari Ibu-Ibu PKK Merajut

Natali, sapaan akrabnya menjelaskan silabus jurusannya memiliki banyak kesamaan dengan mata kuliah kedokteran. Hanya saja, jurusannya tidak melakukan operasi besar. Pun tidak melakukan pembelian mayat. “Kalau dokter kan melakukan pembedahan, kalau di analis kesehatan hasil dari lab, kami teruskan ke dokter,” paparnya.

Analis Kesehatan harus jeli dan tahan banting. Ia enjoy menjalaninya. Kalau pemeriksaan di laborat tidak valid, itu menjadi hal fatal. Makanya, ia dituntut jeli dan sabar seperti seorang dokter. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam berdiam di laboratorium. “Selama enam semester, laborat sudah menjadi rumah keduaku. Karena saking seringnya aku di lab,” tuturnya.

Selama berkuliah tiga tahun, ia pernah magang di Rumah Sakit Margono Purwokerto. Itu rumah sakit berskala internasional. Luasnya saja sampai 14 hektare. Ia pernah praktik di ruang laboratorium patologi klinik dan patologi anatomi. Sempat juga di bank darah.

Baca juga:  Syahla Salsabilla, Buka Usaha di Tengah Pandemi

“Yang paling berkesan di patologi anatomi, yakni lebih ke kaya pemeriksaan organ jaringan. Hasil sebelum dan sesudah di operasi harus dibawa atau dirujuk ke lab tersebut,” lanjutnya

Ada alat-alat besar di laboratoriumn. Contohnya alat pemeriksaan kimia klinik darah, untuk glukosa. Dari alat tersbut, hasilnya bisa lebih akurat. “Ingin meneruskan rencana ke S-1. Tapi mau magang dahulu biar bisa dapat skill dan sertifikat banyak,” katanya. (avi/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya