alexametrics

Marceline Michelle Livia Hedynata, Ajarkan Disiplin pada Karyawan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Usianya 26 tahun. Cantik dan masih lajang. Namun Marceline Michelle Livia Hedynata sudah mengelola restoran dengan sejumlah karyawan. Sebagai pemimpin yang baik, ia selalu mengajarkan kedisiplinan kepada karyawannya.

Ia mengaku, merintis bisnis kuliner berawal dari hobi memasak. Michelle -sapaan akrabnya– juga gemar berburu kuliner di setiap tempat yang dikunjungi. Dari situ, alumni Universitas Ciputra Surabaya ini ingin memiliki tempat makan sendiri. Hingga berdirilah restoran Dapoer Poenokawan di bilangan Jalan Mayjend DI Panjaitan, Semarang.

Di resto itu, ia tak hanya duduk di belakang meja sebagai bos. Tapi ia terjun langsung membimbing anak buahnya. Mulai memasak, penyajian, penataan, pelayanan hingga manajemen.

Baca juga:  Salsabila Amelia Isad, Sibuk Bikin Konten Endorse

Bisnis kulinernya itu mengusung konsep restoran family. Putri tunggal ini pun menginginkan customer yang datang bisa merasakan suasana kekeluargaan yang hangat.

“Kebanyakan, pelanggan yang datang memang dari kalangan keluarga maupun orang kantor. Meski begitu, kami tetap mengusung unsur kekinian. Di resto disediakan tempat buat foto selfie, tapi tetap tidak menghilangkan unsur keluarga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (14/8/2020).

Yang menarik lagi, Michelle sengaja memberikan nama restoran dengan nama wayang. Yakni, Dapoer Poenokawan. Menurutnya, nama ini memiliki banyak filosofi. Poenokawan merupakan pengawal Arjuna, memiliki sifat setia dan rasa persaudaraan yang baik. Hal ini menjadi keinginan Michelle. Ia berharap, usahanya bisa seperti itu.

Baca juga:  Rizqa Tri Wulandari, Tak Pernah Lelah Jadi Pembelajar

“Saya berharap, semua tim yang bekerja bisa merasakan suasana kekeluargaan. Selain itu, juga bisa setia dan loyalitas layaknya para Poenokawan,” ujarnya.

Tak sekadar nama resto, daftar menunya pun juga menggunakan Poenokawan. Di antaranya, nasi goreng Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. “Kalau nasi goreng Petruk itu item (hitam, Red) karena ada cuminya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebelum beralih usaha ke restoran pada Januari 2020 lalu, Michelle sempat memiliki usaha di Surabaya. Kala itu, ia terjun di kuliner katering. Lagi-lagi ia menggunakan nama wayang, yakni Dapoer Srikandi. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya