alexametrics

Jannat Ilma Rizka, Bisnis Modal Iseng dan Nekad

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENJALANI bisnis sejak usia muda. Itulah Jannat Ilma Rizka. Ia telah menekuni bisnis makanan dan make up artist (MUA) sejak semester II tahun 2016 silam. “Dulu masih otodidak, modalnya cuma iseng tapi juga nekad. Nah, kebetulan model pertamanya itu temanku sendiri,” tutur Anet – sapaan akrabnya- kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (18/6) kemarin.

Dara lulusan Undip ini kerap memposting hasil goresan tangannya di media sosial pribadinya. Pun tak ketinggalan turut mengikuti berbagai kelas seminar kecantikan. Mulai dari MUA dari ibu kota hingga Bandung, ia ikuti. “Basic-nya aku suka belajar dengan dunia make up. Disana langsung praktik untuk asah skill-ku. Waktu itu tahun 2018,” imbuh dara asli Kudus ini.

Baca juga:  Viony Dhea Faradillasari Asyik Jadi Reporter Kuliner

Setelah mengikuti kelas kecantikan, ia memberanikan diri menerima orderan. Mulai datang klien untuk keperluan wisuda, engagement dan lainnya. “Aku lebih suka make up signature ala-ala Thailand look. Awal-awal make up itu, aku ciri khasnya bold (tebal). Tapi makin kesini aku lebih ke flawless dan juga Thailand look,” tambah dara yang hobi travelling ini.

Banderol jasa make up-nya terbilang terjangkau. Kebanyakan klien dari Kudus, Pati, dan Rembang. Namun sewaktu kuliah didominasi warga Semarang. “Make up simpel dan untuk party sangat terjangkau. Khusus wedding ada harga lain sampai jutaan. Apalagi kalau make up full dengan baju keluarga dari mempelai yang menikah,” paparnya.

Baca juga:  Ratna Rifatul Ulya, Kuliah, Bisnis dan Berorganisasi

Selain make up, Janet juga merambah bisnis makanan. Meski baru satu bulan, ia bertekad menekuninya. Menu andalannnya adalah dimsum siomay. “Baru satu menu, dimsum siomay. Ini pakai saos dengan tiga varian. Alhamdulillah sejauh ini responnya positif karena varian saosnya banyak,” ungkap dara berzodiak scorpio ini.

Sistem yang ia terima saat ini masih pre-order. Seminggu tiga kali melakukan pre-order. Antusiasnya penyuka dimsum sampai Semarang. “Sejauh ini aku masih menerima pre-order, maksimal 150-200 boks ia layani,” jelasnya.

Disinggung mengenai bisnis di usia muda, Janet mengatakan bahwa bisnis kalangan milenial patut diapresiasi. Selama masih ada peluang, harus bisa dimanfaatkan. Apa yang menurutnya bisa dilakukan, harus dilakukan sekarang.

Baca juga:  Desy Wahyuni, Rintis Bisnis MUA dari Nol

“Harus merintis usaha di waktu muda. Selagi masih bisa capek dan mengeluh, harus prihatin dari sekarang. Berkarya maksimal dengan melihat peluang bisnis di kancah milenial,” pungkasnya. (avi/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya