alexametrics

Anisa Rosdiana Memotivasi lewat Blog Pribadi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengembangkan hobi menjadi pilihan setiap orang dalam hidupnya. Anisa Rosdiana ingat betul sejak SD sudah mulai menyukai dunia tulis menulis. Ia sering membuat puisi dan menulis surat. Tak mau hobinya hilang begitu saja, wanita 25 tahun itu mengembangkan hobinya untuk dipublikasikan melalui blog pribadi. Harapannya, setiap pembaca bisa termotivasi dengan melihat blog-nya tersebut.

Tulisan yang biasa Chaca, sapaan kesehariannya, publikasikan adalah persoalan daily life. Selain itu, ia juga menuliskan pengalamannya traveling dan tentang matematika. Usai lulus dari Undip, ia sempat mengajar matematika di SMA Ma’arif Karangmoncol, Purbalingga. Beberapa tulisan ia kaitkan sesuai jurusannya, terinspirasi dari mata kuliah yang diambil juga saat menjadi guru privat. Saat ini, Chaca sedang menempuh S2 Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Baca juga:  Nur Asriyani, Pernah Menyanyi Keroncong di Malaysia

“Kadang saya mengamati sesuatu dan tiba-tiba muncul ide. Seperti tulisan menjadi menantu idaman, itu saya tulis karena mengamati kejadian di rumah. Atau ketika saya sedang menggunakan mesin cuci, saya mendapatkan ide untuk menulis mesin cuci.

Selain itu, memperhatikan fenomena sekitar juga salah satu jalan yang paling mudah menemukan ide, contohnya ide dari pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Itu juga menjadi salah satu tulisan saya di blog,” ujar wanita berkulit putih tersebut kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menuliskan apa yang ada di otak dan mengabadikannya di tulisan membuatnya merasa bahagia. Selain itu, Chaca juga yakin bahwa setiap tulisan pasti ada saja yang membaca. Entah itu dari mana dan siapa? Blog pribadinya diberi alamat sesuai nama lengkapnya. Setiap tulisan pasti dibagikannya di berbagai akun sosial media miliknya.

Baca juga:  Devi Noor Belajar dari Pengalaman

“Hal lain yang memotivasiku adalah aku ingin bermanfaat melalui tulisan. Memberikan informasi, memberikan dukungan. Karena saya yakin akan ada pembaca yang mau membaca tulisan saya, entah karena tulisan sesuai dengan yang dialami atau karena gaya bahasa yang bisa diterima dan cocok dengan mereka. Paling tidak bisa jadi penghibur,” katanya.

Chaca menulis di tengah kesibukannya menjadi guru privat di sekitar kampusnya. Menurutnya, setelah menulis dan mempublikasikannya di internet. Biasanya akan ada yang ikut berpendapat dan memberikan tanggapan di kolom komentar atau langsung japri melaui WhatsApp. Hal itu bisa jadi tukar pandangan dan wawasan. Akhirnya menambah jaringan dan teman.

“Bisa dikenal banyak orang, dan bisa membuat orang lain termotivasi untuk menulis, menjadi rasa tersendiri. Bahkan ada yang semangat dari nol. Menulis dan mempublikasikan di internet merupakan sumbangsih kita sebagai netizen, biar internet atau media sosial tidak melulu diisi oleh orang tidak jelas,” ujar Chaca. (yan/aro)

Baca juga:  Penyanyi dan Gitaris

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya