alexametrics

Sadar Pentingnya Public Speaking

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Potensi diri perlu dikembangkan dan diasah sejak usaia muda, tujuannya adalah agar bisa mendapatkan pengalaman dan bisa diaplikasikan di dunia kerja. Potensi ini terus diasah oleh Anisa Hana Saraswati, yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes).

“Dulu saya cuma iseng ikut ajang Pemilihan Putra-Putri Kampus, dan Alhamdulillah berhasil mendapatkan juara 1 Putri Fakultas Ekonomi Unnes. Dari sini saya menyadari pentingnya bergaul dan mengembangkan potensi diri,” kata dara cantik yang akrab disapa Ica ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ica mengaku, sebagai mahasiswi tidak hanya membutuhkan nilai bagus saja. Numun juga kaya pengalaman. Pelan-pelan ia pun ikut berbagai macam kegiatan kampus. Tugasnya sebagai Putri Kampus pun mengharuskan Ica harus mengadiri acara kampus.

Baca juga:  Elly Tri Istiyani, Belajar Public Speaking dari Organisasi

“Dulu waktu SMP dan SMA saya termasuk orang yang introvert dan tidak pernah mengikuti organisasi. Namun setelah menjadi mahasiswi, saya baru tahu betapa pentingnya public speaking,” tambah dara kelahiran Kabupaten Semarang, 27 Juni 1998 ini.

Ica juga terus melatih public speaking agar bisa terlihat menarik apabila berbincang-bincang dengan orang baru. Manfaat yang didapatkan ketika menguasai public speaking, salah satunya bisa memudahkan bergaul dan mendapatkan banyak teman sekaligus pengalaman.

“Pengalaman hidup dan relasi merupakan kunci penting untuk saya menjalani hidup ke depannya, karena dari situ belajar hal-hal baru yang belum saya ketahui, serta belajar berinteraksi dengan banyak orang. Sehingga mulai memahami karakteristik banyak orang,” ucap dia.

Baca juga:  Wike Widyaswarawati, Hobi Merias Jadi Bisnis

Setelah mendapatkan berbagai pengalaman di dunia kampus, ia pun mencoba mengikuti ajang Duta Pariwisata Kabupaten Semarang pada 2019. Ia merasa relasi yang dimiliki terus bertambah dan membuatnya mempunyai pengetahuan serta pengalaman baru di dunia pariwisata.

“Saya punya pemikiran jika pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Karena CBT ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Pengembangan potensi diri terus Ica lakukan, salah satunya adalah bekerja part time di sela liburan kuliah, kini ia bergabung dengan sebuah event organizer di Semarang.

“Saya juga mengambil pekerjaan yang berhubungan dengan modeling. Misalnya, menjadi model peragaan busana, photoshoot katalog, dan model makeup,” ujarnya. (den/aro)

Baca juga:  Luthfiana Nurul ‘Aini, Suka Dunia Public Speaking

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya