alexametrics

Demi Rawat Ayah, Rela Jualan Gas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, NUR Widya Ningrum dinilai nekat oleh teman-temannya. Pasalnya, dara kelahiran Kabupaten Semarang, 9 Januari 1996 ini memilih melepas pekerjaannya yang belum lama ia dapatkan.

Widya, sapaan akrabnya, melakukan itu demi bisa merawat ayahnya yang terbaring di tempat tidur karena kecelakaan. Ayahnya mengalami luka serius di kepala karena benturan keras dengan jalan. “Kejadian itu membuat ayah hanya bisa terbaring di tempat tidur. Mulutnya tidak bisa bebicara. Pandangannya kosong,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (9/2).

Kondisi ayahnya yang demikian membuat dara lulusan Ilmu Sejarah Universitas Negeri Semarrang (Unnes) angkatan 2014 ini tak ragu-ragu melepas pekerjaan satu-satunya. Pekerjaannya sebagai tenaga administrasi di sebuah studio foto di Semarang baru ia jalani selama kurang dari enam bulan.

Baca juga:  Terkenang Aksi Demo saat Kuliah

“Bagi saya, ayah lebih penting dari segalanya. Waktu itu saya hanya berpikir bagaimana caranya mendampingi dan merawat ayah yang kondisinya begitu. Ternyata jalan satu-satunya saya harus melepas pekerjaan. Saya harus berani ambil pilihan itu,” ujarnya,

Widya menuturkan, tiap pagi mengganti popok ayahnya. Hal itu ia lakukan ketika sang ayah masih dalam fase belum sadarkan diri. Tak hanya itu, ia juga memberi minum ayahnya lewat selang medis. “Bisa dibilang saya tak pernah absen berada di sebelah ayah selama ia sakit,” ungkapnya.

Saat ayahnya dapat beranjak dari tempat tidur, Widya mengajaknya jalan-jalan keliling desanya menggunakan kursi roda. Widya mengatakan, hal itu dilakukan sebagai terapi pemulihan ingatan ayahnya. “Sesuai saran dokter, ayah mesti dikembalikan ke lingkungan. Berinteraksi dengan warga dan melihat pemandangan,” kata sulung dari dua bersaudara ini.

Baca juga:  Intan Fikrianingsih Andalkan Kualitas, Tak Takut Disaingi

Widya tak hanya merawat ayahnya. Ia bersama ibunya berupaya sebisa mungkin untuk menghidupi keluarga. Mereka membuka pangkalan gas elpiji. “Ibu tak bisa berbuat banyak, karena dia juga punya diabetes. Akhirnya pangkalan itu saya yang menggerakkan,” ucapnya.

Widya mengaku, hasil dari berjualan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah adiknya. Menurutnya, semua ia lakukan demi bakti dan hormat kepada kedua orangtuanya. “Bagi saya kesembuhan ayah adalah segalanya. Selagi saya bisa, apapun akan saya lakukan,” pungkasnya. (nra/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya