alexametrics

Berbagi Ilmu Eco Print

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID Mencoba bermanfaat bagi sesama. Itulah yang ingin dilakukan seorang Pintya Dwanita Ayu Pratesthi. Pengusaha batik dan eco print sukses di Semarang ini bertekad menularkan kiat sukses kepada siapa saja yang berminat menggeluti bisnis.

Pintya –sapaan akrabnya—menjelaskan, sudah sejak Agustus 2018, dirinya mengajar workshop edukasi eco print. Dirinya berkolaborasi dengan pecinta kerajinan di Semarang untuk dapat menularkan ilmunya menggeluti bisnis eco print. Semua itu dilakukan gadis 25 tahun ini karena adanya dorongan dari diri untuk membantu sesama pengusaha eco print merintis bisnis mereka.

“Saya ingin mencoba bermanfaat bagi orang lain. Saya ingin menularkan ilmu saya agar dapat membantu orang mengembangkan bisnis seperti saya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Kartika Sekar Pambayun, Jalani Hobi sekaligus Berdakwah

Dengan dibukanya workshop tersebut, ratusan pengusaha, baik personal maupun pelaku UMKM berbondong-bondong ikut. Tidak hanya dari Semarang saja, tapi ada pula peserta dari Jakarta, Surabaya, Salatiga, Pati, Rembang, Kudus serta beberapa daerah lain. Hal tersebut membuktikan banyaknya minat pengusaha untuk menggeluti bisnis seperti dirinya.
“Pada awal buka workshop jumlah yang daftar cuma 40. Sekarang sudah mencapai 600 orang yang ikut,” lanjut runner up 1 Duta Muslimah Preneur Idn 2019 ini.

Meskipun begitu, pada awalnya ia merasa tidak percaya diri membagikan ilmunya. Sebab, ia merasa masih kurang dan belum seandal pengusaha sukses lainnya. Padahal gadis lulusan Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro (Undip) ini merupakan pengusaha eco print sukses yang telah berhasil memasarkan produk eco print-nya hingga luar negeri. Tercatat produknya pernah dikirim ke Jepang dan Malaysia.

Baca juga:  Kampanye Kurangi Plastik

“Awalnya malu. Saya kan usaha eco print biasa. Tapi kembali lagi saya ingin berguna bagi sesama. Karena itu, saya coba beranikan diri untuk mengajar dan bermanfaat bagi orang lain,” lanjut perempuan dua bersaudara ini.

Ia mengaku niat awalnya berbagi ilmu justru berbuah simbiosis mutualisme. Sebab, semakin sering ia berkumpul dengan sesama pelaku bisnis kreatif, semakin banyak pula ide yang diterima. Ia secara tidak sadar ikut belajar dan mengembangkan ide kreatif bersama mereka. Dirinya bersyukur membuka workshop tersebut. “Bukan hanya mereka, tapi saya juga belajar. Banyak pemikiran baru yang saya terima setelah mengajar. Jadi, kesenangannya pun double,” katanya. (akm/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya