alexametrics

Bisnis Dekorasi Pernikahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TAK lengkap rasanya sebuah resepsi pernikahan tanpa dekorasi. Selain lebih sedap dipandang, hiasan bisa menyemarakkan suasana pesta, dan momen bahagia itu tampil cantik dalam album foto kenangan. Seiring makin maraknya pesta pernikahan, maka bisnis dekorasi pun makin menjanjikan peluang usaha yang cantik. Hal itulah yang juga dilakoni oleh dara satu ini. Berawal dari suka akan semua jenis bunga-bunga, Bella Heka Virginia memulai mengaplikasikan kesukannya itu masuk ke dalam dunia bisnis dekorasi pernikahan.

Meski bisnis tersebut baru dimulai tahun ini, namun ia sudah banyak job. “Seperti table setting, decorations, flower arrangement, vases, bouquet juga masuk dalam bisnis saya,” ujar gadis kelahiran Semarang, 15 September 1996 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tentunya bisnis dekorasi itupun tidak jauh dari dunia seni. Dikatakan Bella – sapaan akrabnya, ia mempelajari ilmu mendekorasi tersebut secara autodidak. “Awalnya hanya felling saja, karena saya suka seni,” katanya.

Baca juga:  Belajar Sains tanpa Ada Paksaan

Diakuinya, mewujudkan selera dari klien tentunya juga tidak mudah. Apalagi masing-masing selera kilen-kliennya juga berbeda dalam bentuk dekorasinya. Ia pun harus pandai-pandai menerjemahkan kemauan klien ke dalam bentuk dekorasi.

“Kalau di Kota Semarang masih banyak yang mainstream untuk bentuk dikorasinya. Ya, terserah bagaimana permintaan klien saja,” tuturnya. Namun jika berbicara soal seni, tentunya ia memiliki gaya khas dalam dekorasi pernikahan.

“Kalau pribadi saya suka yang antimainstream. Misalnya, lebih ke kontemporer atau lain dari yang lain,” katanya.

Namun, ia saat ini belum mencurahkan semua waktunya untuk bisnis tersebut. Pasalnya, Bella sendiri saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi Universitas Semarang (USM) Jurusan Ilmu Komunikasi.

Baca juga:  Tan Lia, Dari Model Jadi Pengusaha Fotografi

Waktu tentunya menjadi penyebab mengapa ia belum bisa sepenuhnya totalitas dalam bisnis ini. Karena ia harus membagi waktu dengan jadwal kuliahnya yang padat. “Harus bagi waktu karena jadwal kuliah juga padat. Makanya untuk job saya ambil khusus Sabtu Minggu saja,” tutur mahasiswi semester 5 ini.

Menurutnya, bisnis ini ke depan memiliki prospek yang cukup baik. Selain itu, ia menjalani bisnis tersebut juga karena ingin belajar mandiri. “Sebagai wanita harus mandiri dan kreatif. Karenannya melakoni bisnis ini,” ucapnya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya