alexametrics

Kuliah sambil Bisnis Florist

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di zaman sekarang orang-orang lebih sibuk mencari pekerjaan untuk menghasilkan uang. Banyak dari mereka melupakan hobi yang dulu mereka tekuni. Beberapa mengatakan hobi hanya kegiatan yang membuang waktu. Namun ada juga yang mengatakan bahwa hobi bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan. Jessia Santoso merupakan salah satu contoh nyata yang menunjukkan bahwa hobi adalah sesuatu yang bisa dikreasikan menjadi sumber pendapatan.

Gadis yang akrab dipanggil Chika ini saat berstatus mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata. Namun di sela kuliah, ia sudah merintis usaha di bidang florist. Fleurist Market, nama usahanya. Chika memulai bisnisnya sejak akhir 2017.

“Aku memilih usaha ini karena aku seneng banget sama bunga. Dari dulu suka kalau lihat-lihat Korean bouquet atau bunga-bunga di Instagram. Aku pikir ini hobi yang bisa menghasilkan uang,” ujar Jessica kepada Jawa Pos Radar Semarang.

 Chika memulai usaha florist dengan modal nekat, dan tanpa mengetahui bagaimana cara merangkai bunga sebelumnya. Semua berawal dari hasil coba-coba yang dilakukan ketika merangkai bunga untuk hadiah ulang tahun mamanya. “Jadi, waktu itu aku tanya-tanya di florist Semarang kok mahal banget harganya? Terus aku mikir kenapa tidak buat sendiri aja kayaknya aku bisa, deh,” katanya.

 Karena keyakinan dan keinginannya untuk bisa, ia mulai melihat cara merangkai bunga lewat tutorial di YouTube. Diawali dengan coba-coba merangkai bunga, Chika akhirnya memutuskan untuk membuka florist online. Meski hanya coba-coba, namun Chika tetap memberika kulitas terbaik untuk rangkaian bunga yang dibuat. Jenis bunga yang dipakai beragam, dari bunga lokal sampai bunga impor. Semua jenis bunga yang digunakan juga mengikuti permintaan dan budget yang diberikan oleh customer.

  “Dulu lihat rangkaian-rangkaian awal jelek banget, sampai pengin ketawa sendiri. Puji Tuhannya ada yang mau order sama aku, dan dari situ aku belajar. Lama-lama mulai berkembang skill merangkai bunganya,” kenangnya.

Baca juga:  Alinda Tadyani, Hasilkan Uang dari Konten Kreator

 Pesanan rangkaian bunga ini tentu saja tidak langsung mendapat banyak pelanggan. Saat awal merintis usaha, sebulan hanya mendapatkan 2-3 kali pesanan. Namun kini bisa 2-3 kali dalam seminggu. Pembelinya pun beragam mulai dari anak muda sampai orang tua. “Pesanan terbanyak biasanya datang dari mahasiswa ketika wisuda,” ucapnya.

Chika mengakui seringkali menerima pesanan dari luar kota. Namun ia belum berani untuk melakukan pengiriman sampai ke luar kota karena risiko bunga akan rusak jika dikirimkan melalui paket. Kesulitan lain juga dihadapi oleh Chika yaitu dalam membagi waktu antara kuliah dan usahanya. Di tengah kesibukannya dalam menjalankan usaha, ia juga harus tetap ingat akan kewajiban utamanya kuliah. Rasa lelah yang ia rasakan untuk bangun subuh merangkai bunga, kuliah lalu belanja dan mengangkut bunga semua terbayar ketika ia melihat pelanggan yang puas dengan hasil rangkaian bunganya. (mg9/aro)

Baca juga:  Mampu Baca Kepribadian Klien

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya