alexametrics

Striker Amatir Pengelola Olahraga Profesional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KECINTAAN dalam olahraga sudah dirasakan Muchamad Chamad Maretan kecil saat sekolah. Seperti anak-anak lain, sepak bola adalah olahraga kegemarannya. Striker dan pemain sayap adalah posisi favoritnya hingga sekarang.

“Dari kecil saya sudah sering ikut Porseni, dari tingkat kecamatan hingga Jawa Tengah, tentunya di sepak bola,” serunya.

Menginjak remaja ia ikut klub sepak bola PS Burung Putih di Kelurahan Poncol. Bahkan bermain sampai level daerah di Jawa Tengah. Semakin dewasa, karena umur, faktor bisnis dan keluarga, Simoh memutuskan mengalihkan hobi sebagai pemain sepak bola menjadi pengelola klub sepak bola. “Karir saya di sepak bola hanya di klub amatir, namun sempat bermain di Kejurda, dan ini bagi saya sudah luar biasa,” serunya.

Baca juga:  Dwi Nugrahini Terobsesi Jadi Humas

Ingin belajar mengelola klub sepak bola, Simoh memberanikan diri membentuk PS Appolo Print, klub sepak bola lapangan dan Appolo FC yang bermain di liga Futsal. Appolo merupakan nama perusahaan warisan orang tua yang sekarang dikelolanya.

Saat ditanya apa bedanya sebagai olahragawan dan pengelola olahraga, menurutnya hal tersebut sangat berbeda. Ketika sebagai olahragawan, pemain merasa enjoy menikmati permainan di lapangan. Sedang sebagai pelatih atau pengelola, ada kebanggaan lain ketika berhasil membawa klub atau pemainnya bisa juara. “Walaupun ada segi prestise secara pribadi olahragawan lebih bagus. Namun sebagai pengelola olahraga bisa bangga berlipat, karena kalau berhasil, berarti membawa pemain dan klub sukses,” sebutnya.

Baca juga:  Jumat untuk Keluarga

Aktif di sepak bola dan futsal, akhirnya membawa langkah suami dari Fida Fuad Baraba ini di bidang olahraga semakin berkibar. Klub sepak bolanya yang aktif di liga lokal, membawa Simoh dipercaya masuk pengurus Askot PSSI Kota Pekalongan selama 2 periode pada tahun 2008 hingga 2015. Ia mengurusi bidang pembinaan pemain muda usia dini dan sepak bola wanita. Tidak itu saja, Simoh juga sempat ikut andil di klub kebanggaan warga Kota Batik, Persip Pekalongan.

Hal yang sama juga terjadi di futsal. Sejak dipercaya menjadi ketua Asosiasi Futsal Kota Pekalongan, Simoh semakin berkibar hingga menjadi pengurus Exco Futsal Jawa Tengah selama 4 tahun. Kosongnya kursi Ketua Futsal Jateng, membuat organisasi menggelar Kongres Luar Biasa. Awalnya hanya ada satu calon dari Semarang. Akan tetapi ada desakan harus ada calon dari luar Semarang raya. Sosok Simoh dimajukan rekan-rekan futsal daerah. Dan pada tahun 2016, ia dipilih jadi ketua hingga 2020 mendatang. (lutfi.hanafi/ton)

Baca juga:  Guru yang Tekuni MUA

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya