alexametrics

Antusias Ajari Tari Dayak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BANYAK cara untuk melestarikan budaya daerah. Seperti yang dilakukan Meilita Ivana Hirda. Mahasiswi Fakultas Bahasa dan Budaya Asing Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini melestarikan Tari Dayak dengan kerap tampil di kampusnya.

“Sejak kuliah di Semarang, ada kebanggaan dapat menari Tari Dayak di Jawa, bahkan juga mengajari orang sini untuk menari tersebut,” ujar gadis kelahiran Pangkalan Bun, 9 Mei 1998 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dara yang akrab disapa Meilita ini mengaku belajar menari sejak duduk di bangku SD. “Guru seni budaya yang mengajari saya menari. Dan sejak SMP, saya sempat gabung di sanggar tari,” akunya.

Awalnya, ia suka menari modern. Namun kemudian terpikat dengan tarian daerah. Ia biasa tampil di sejumlah acara. “Waktu di sanggar saya lebih sering nari tradisional ketimbang yang modern,” kata putri pasangan  Bustomi dan Eni Rusyati ini.

Baca juga:  Nur Azizah, Jadi Pelatih Pramuka

Sejumlah prestasi di bidang seni tari telah ditorehkan oleh Meilita. “Waktu SD pernah ikut lomba menari Manasai. Itu tari tradisional. Saya juara 2,” akunya.

Meilita mengatakan, banyak yang didapatkan dari menari. Ia bisa mengekspresikan perasaan atau mood, mencoba hal baru, maupun dapat banyak kenalan dari sesama penari lain. “Kalau lagi seneng lah, galau lah, perasaan apapun, seringnya sih larinya ke menari. Soalnya ngerasa jadi tenang dan happy aja gitu. Makanya di kampus saya gabung di UKM Seni,” ujar alumni SMAN 1 Pangkalan Lada ini.

Meilita mengaku bangga dan bahagia saat teman-temannya yang asli Jawa antusias belajar Tari Dayak. “Hal yang paling exciting banget itu pas ngajarin Menari Dayak di UKM Seni. Udah anak-anaknya gampang banget diajarin, mereka antusias pula. Itu jadi semangat ngajarinnya,” ujar pemilik akun Instagram @queen.meilita ini. (mg1/aro)

Baca juga:  Nike Permatasari, Percaya Diri dalam Bisnis WO

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya