alexametrics

Perbolehkan Belajar Tatap Muka, agar Character Building Tak Hilang

Bincang Pembelajaran Tatap Muka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pemerintah Kabupaten Batang berani mengambil keputusan untuk memberlakukan belajar tatap muka awal Maret 2021. Hanya desa dengan zona hijau Covid yang diperbolehkan. Terkait kebijakan tersebut, berikut bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Riyan Fadli bersama Bupati Batang Wihaji.

Apa yang melatarbelakangi kebijakan pembelajaran tatap muka?

Mungkin siswa dengan ekonomi kelas menengah ke atas tidak ada masalah untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tapi kelas bawah? Kemudian perhatian masing-masing orang tua kan lain. Orang tua yang konsen dengan pendidikan pasti diperhatikan, tapi yang tidak konsen? Seng penting aku golek duwet (yang penting aku cari uang), anak ku mau ngapain terserah. Kan repot juga. Yang tiap hari ke pasar, tiap hari ke mana, tidak tahu juga. Benar tidak ini PJJ-nya. Orang tua kan tidak bisa mengontrol, kecuali mungkin anaknya guru.
Tapi rakyat-rakyat yang biasa itu bagaimana mengontrolnya. Nyari uang saja repot, ditambah ngontrol PJJ. Kira-kira seperti itu.

Baca juga:  Jumlah Tenaga Kerja Asing Turun, Pendapatan Dinas Anjlok

Pembelajaran tatap muka diterapkan di mana saja?

Daerah-daerah khusus yang dari awal pandemi Covid sampai sekarang nol kasus kami prioritaskan. Misalnya di Desa Pranten, Kecamatan Bawang dan Gerlang, Kecamatan Blado.

Acuan pelaksanaannya seperti apa?

SOP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang menjadi acuan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Seperti surat pernyataan dari wali murid, penerapan prokesnya seperti apa, terus masuk berapa kali, dan lain sebagainya. Bagi saya, tidak penting berapa kalinya. Terpenting suasana kebatinan anak-anak bisa berinteraksi dengan guru. Walaupun seminggu sekali, seminggu dua kali, tidak harus 7 jam. Mungkin 2 jam saja sudah cukup, yang penting inti-intinya saja. Prioritasnya juga seperti itu, hanya pelajaran-pelajaran tertentu saja yang khusus untuk tatap muka. Yang lain bisa jarak jauh.

Baca juga:  Jangan Sampai PTM Jadi Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19

Mengapa tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi?

Intinya biar ada suasana kebatinan antara guru dan siswa. Sehingga character building-nya tidak hilang. Satu tahun lho pembelajaran jarak jauh, itu memengaruhi juga. Hari ini kita tidak bisa mengukur, mohon maaf, seperti libur satu tahun.

Apakah akan diberlakukan secara permanen?

Belum ada permanennya, yang jelas pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan. SOP-nya ketat, kalau nanti sampai ada klaster baru dari proses pembelajaran tatap muka, saya hentikan. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya