alexametrics

OPRB Krinjing Siapkan Diri Hadapi Merapi

Bincang peran OPRB menghadapi Merapi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Aktivitas Gunung Merapi terus meningkat beberapa hari terakhir. Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, pun semakin siaga. OPRB telah memiliki kesiapan yang matang untuk meminimalisir risiko bencana. Terutama terkait kesiapan evakuasi warga. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Riri Rahayuningsih dengan perangkat desa sekaligus relawan OPRB Desa Krinjing Eri Yuwono.

Kapan OPRB Desa Krinjing berdiri dan apa fungsinya?

Sejak 2010 sebenarnya sudah ada. Namanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Sekitar sebulan setelah dibentuk, Merapi erupsi. Waktu itu belum ada sister village dengan Desa Deyangan jadi belum serapi sekarang.. Tapi intinya sama saja. Kami kan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tapi di tingkat desa. Adanya OPRB mempermudah penanganan bencana, menjadi lebih tertata.

Baca juga:  Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Optimistis dan Tidak Pemarah

Berapa anggota OPRB dan menyikapi situasi terkini Gunung Merapi, seperti apa?

Anggota kami sekitar 50. Sekarang menjadi 60-an orang. Ada yang tidak tercatat tapi ikut jadi relawan. Anggota ditambah karena masa pengungsian yang lama. Selain itu juga sebagai bentuk kesiagaan melihat kondisi Merapi sekarang. Biar relawan bisa bergantian jaga juga.

Sejauh ini bagaimana kondisi warga Krinjing yang belum mengungsi?

Mereka masih beraktivitas seperti biasa. Bekerja di ladang atau mencari rumput. Di sana masih aman. Warga masih tenang.

Kapan mereka akan dievakuasi?

Kalau status Merapi sudah Awas. Tapi kemarin pihak desa juga sudah memberi aba-aba. Meski status Merapi belum naik, kalau gugurannya terjadi terus-menerus, warga disuruh lari. Tapi sementara ini gugurannya masih ada jeda.

Baca juga:  Jangan Beri Makan Daging Setengah Matang atau Mentah

Tapi jika sewaktu-waktu harus mengungsi, apakah sudah siap?

Kami sudah siap. Warga sudah didata. Armada sudah disiapkan. Ada seratusan kendaraan milik warga yang akan digunakan untuk evakuasi. Rata-rata mobil bak terbuka atau truk. Setelah digunakan untuk bekerja, semua kendaraan diparkir di pinggir jalan, menghadap ke barat. Jadi sewaktu-waktu ada aba-aba harus mengungsi, kami sudah siap. Tinggal gas. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya