alexametrics

21 WNA Dideportasi Sepanjang Tahun 2020

Bincang Pengawasan Terhadap WNA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Empat warga negara asing asal Timor Leste dideportasi Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang, Selasa (8/12). Satu diantaranya melakukan pelanggaran berupa pidana selama 6 bulan. Sementara tiga lainnya karena overstay. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Ida Fadilah dengan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Semarang, Alvian Bayu Indra Yudha.

Selama pandemi sudah ada berapa WNA yang dideportasi?
Total ada 21 selama 2020. Jadi masa pandemi tidak menghalangi kami Kantor Imigrasi TPI Semarang khususnya di Seksi Intelijen dan Kebijakan Keimigrasian untuk tetap melakukan pengawasan secara menyeluruh kepada seluruh WNA. Buktinya dengan mendeportasi WNA sebagai salah satu bentuk penegakan hukum tindakan administrasi yang sesuai dengan UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Baca juga:  Dongkrak Perekonomian dengan Bantuan Keuangan dan Investasi

Bagaimana pengawasan terhadap WNA di masa pandemi ini?
Kami melakukan protokol kesehatan apabila melakukan pengecekan lapangan misalnya ke perusahaan, atau pun perkawinan campuran. Termasuk sebelum melakukan deportasi. Komitmen kami memberikan rasa aman terutama untuk seluruh warga masyarakat terhadap keberadaan WNA di Indonesia.

WNA yang paling banyak melakukan pelanggaran dari mana?
Dominan dari China. Tidak hanya disini, tapi di Kantor-kantor Imigrasi di Indonesia. Hal itu menang terjadi karena keberadaan mereka salah satu terbanyak di Indonesia.

Pelanggaran paling banyak apa?
Pelaku tindak pidana cyber crime, dan penyalahgunaan ijin tinggal atau overstay.

Menyongsong 2021 bagaimana upaya pengawasan terhadap WNA?
Untuk meminimalisir deteni, kami mengedepankan upaya persuasif dengan melakukan sosialisasi secara menyeluruh. Apalagi di pandemi ini, informasi sangat update dan dinamis. Gerak kami pun menyesuaikan protokol kesehatan. Apabila ada yang memperbolehkan aktifitas lalu lintas penerbangan, atau keluar masuknya orang asing, otomatis pengaturan di imigrasi akan berubah. Untuk pengawasan akan menyesuaikan aturan tersebut. Misalnya untuk tinggal berapa lama di Indonesia mengingat mungkin tidak adanya penerbangan ke negara asal. Jadi pengaturan ini akan dilakukan karena kondisi era normal baru. (*/bas)

Baca juga:  Jangan Pakai Masker saat Bersepeda

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya