alexametrics

Analisa Kredit Mendalam, Tingkatkan Alokasi Dana Cadangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Menghadapi pandemi Covid-19, ratusan koperasi di Jawa Tengah terancam gulung tikar. Lantas upaya apa yang akan dilakukan. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Alvi Nur Janah dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati.

Bagaimana kondisi koperasi di Jawa Tengah di masa pandemi Covid-19?

Banyak koperasi yang terdampak. Data kami terdapat 823 koperasi yang melaporkan diri terdampak pandemi Covid-19. Di mana, permasalahan yang dihadapi adalah pembiayaan dan pemasaran. Salah satu permasalahannya terkait pembiayaan. Terbatasnya likuiditas akibat banyak anggota yang mengajukan penundaan pembayaran pinjaman karena terdampak Covid-19. Sehingga, koperasi mengalami kesulitan ketika ada anggota yang hendak melakukan pencairan simpanan.

Baca juga:  Jangan Buru-Buru Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Apakah adanya pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat juga berdampak kepada keberlangsungan koperasi?

Sangat berdampak. Pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat mengakibatkan koperasi produksi ataupun konsumen mengalami kesulitan dalam melakukan pemasaran. Efek pandemi, banyak koperasi sekarang yang mentransformasikan ke arah digital. Hal itu terus kita dorong. Digitalisasi koperasi sangatlah penting. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini. Kita harus mulai mengubah mindset atau cara pandang masyarakat dalam melihat dan menilai koperasi, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan koperasi.

Lantas bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk bangkit di tengah pandemi?

Perlu menjadi catatan, bahwa koperasi tidak memiliki nasabah. Tetapi koperasi melayani anggota. Di mana anggota koperasi juga statusnya pemilik koperasi. Dengan demikian, koperasi akan melakukan tindakan yang mengutamakan kepentingan anggotanya sesuai dengan AD/ART-nya. Terlabih kepada anggota mereka yang terdampak. Beberapa bentuk pengamanan pada waktu pelayanan bagi anggota, antara lain pelaksanaan protokol kesehatan dalam pemberian pelayanan. Melakukan analisa kredit secara mendalam bagi anggota yang mengajukan pinjaman, dan meningkatkan alokasi dana cadangan.

Baca juga:  Hentikan Penggunaan Sumur Artetis, Maksimalkan Penggunaan PDAM

Ada berapa koperasi di Jateng yang masih aktif sampai sekarang?

Catatan kami koperasi di Jateng sebanyak 19.530. Di mana 12.794 merupakan koperasi aktif dan 6.736 tidak aktif. Sedangkan jumlah Koperasi Tingkat Provinsi sebanyak 867 unit. Dengan 606 koperasi aktif dan 261 tidak aktif. Sejauh ini, pembinaan koperasi terus berjalan, pembinaan ini fokus untuk merevitalisasi dan menjaga konsistensi keaktifan koperasi yang masih ada saat ini. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya