alexametrics

Cegah Siswa Anarkis dengan Pendidikan Karakter

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Unjuk rasa menentang Omnibus Law menyisakan permasalahan. Di mana pelajar justru ikut bagian tanpa mengetahui konteks dari kegiatan tersebut. Lantas apa yang harus dilakukan agar pelajar tidak lagi terseret dan terpengaruh ikut unjuk rasa? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Dewi Akmalah dengan Anggota Komisi E, Yudi Indras Wiendarto.

Banyak pelajar ikut demo Omnibus Law, bagaimana anda melihat hal tersebut?

Sangat kami sesalkan ya. Siswa SMK/SMA yang seharusnya ikut pembelajaran daring malah bolos untuk ikut demo omnibus. Akhirnya berujung ricuh pula.

Apa yang dilakukan Komisi E menanggapi hal tersebut?

Kami langsung mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng dan pihak kepolisian. Di situ kami lakukan evaluasi pada sistem pendidikan, pengawasan dari sekolah, keterlibatan orang tua siswa dalam kegiatan anak selama Covid-19. Tujuannya tidak lain agar hal serupa terulang kembali.

Baca juga:  Percepat Perizinan, akan Bangun Mal Pelayanan Publik

Dari evaluasi tersebut bagaimana hasilnya?

Setelah diskusi bersama kita semakin menyadari bahwa anarkisme di tingkat pelajar merupakan ancaman nyata. Butuh solusi untuk mencegah. Biasanya tindakan anarkis tidak lepas dari masih rendahnya pendidikan karakter yang diterima siswa. Maka dari itu pendidikan karakter mesti diselipkan di semua pelajaran dan benar-benar ditekankan pada siswa.

Bagaimana cara untuk menanamkan pendidikan karakter bagi siswa agar lebih efektif?

Pertama-tama tentu kita harus melakukan inovasi. Karena siswa kita kalangan milenial, mereka juga butuh penjelasan yang update dan menarik perhatian mereka. Sedikit demi sedikit kita harus mengenalkan mereka dengan hukum. Sehingga mereka mengetahui jika bertindak anarkis maka bisa dijerat pasal dalam Undang-Undang. Selain itu perlu juga peran serta sekolah dan orang tua agar dapat mengawasi anak lebih ketat.

Baca juga:  Perlunya Penekanan Pendidikan Karakter di Awal Pembelajaran Tatap Muka

Pengawasan apa yang perlu diperketat oleh orang tua?

Awasi anak saat mengikuti pembelajaran daring. Jangan sampai kecolongan lagi bolos sekolah daring dan ikut demo. Saya yakin dengan sinergitas bersama antara sekolah, orang tua dan pemerintah kita bisa mendidik siswa untuk mengembangkan nilai pendidikan, karakter religius, nasionalisme, integritas, mandiri, dan gotong royong. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya