alexametrics

Data Nasabah Pinjol Rawan Bocor dan Disalahgunakan

Pahami Risiko Pinjaman Online

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Para pebisnis pinjaman online (pinjol) kerap mematok bunga tinggi. Kendati begitu, karena prosesnya yang cepat dan mudah membuat masyarakat mudah tergiur. Bagaimana menyikapi ini? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Alvi Nur Janah dengan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti.

Sebenarnya bagaimana dasar hukum pinjaman online?

Pinjaman online sudah resmi diatur oleh pemerintah sejak tahun 2016 melalui dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang BerbasisTeknologi Informasi. Jadi, dasar hukum tentang pinjaman online sudah ada, guna meningkatkan keamanan para pelaku pinjaman online. OJK sudah mengawasi praktik pinjaman online. Layanan pinjaman online merupakan salah satu jenis Penyelenggaraan Teknologi Finansial (Fintech) kategori Jasa Keuangan/Finansial Lainnya. Dalam melakukan usahanya, penyelenggara wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada OJK. Begitu juga jumlah pinjaman penyelenggaraan layanan pinjam meminjam online telah ditetapkan oleh OJK, yaitu maksimum Rp 2 miliar.

Baca juga:  Kepala Desa Harus Beradaptasi dengan Teknologi

Sejauh mana tingkat kerawanan pinjaman online?

Meskipun sudah diawasi oleh OJK, namun layanan pinjaman ini masih memiliki risiko. Bunga yang tinggi, data pribadi yang rawan bocor secara online. Lalu adanya biaya administrasi penagihan jika pembayaran menunggak. Kemudian masih banyak layanan pinjaman online yang belum terdaftar di OJK, dan juga rawan penipuan berupa investasi bodong. Data nasabah jelas rawan sekali bocor. Mengingat platform pinjaman online yang berbasis TIK ini rawan dibobol oleh hacker. Apalagi situs pinjaman yang tidak legal jelas lebih rawan.

Sebesar apa idealnya bunga pinjaman online?

Untuk batas minimal bunga pinjaman belum ada dasar hukum yang mengaturnya. Besaran bunga pinjaman ini merupakan bagian dari kode etik yang disusun oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Namun OJK mengatakan bunga pinjol dari perusahaan financial technology tidak boleh lebih dari 0,8 persen per hari. Apabila ada perusahaan financial technologi yang menetapkan bunga pinjaman melebihi 0,8 persen, masyarakat bisa mengadukannya kepada OJK.

Baca juga:  Ahli Petanian Harus Masuk Balai Bukan Kantor

Bagaimana dengan bunga tinggi yang dipatok pemberi pinjaman online selama ini?

Tingginya bunga pinjaman online memang belum diatur oleh OJK karena diserahkan kepada market player atau perusahaan pinjaman online. Perusahaan merasa bahwa proses pinjaman online yang tergolong mudah dan cepat, membuat mereka merasa memiliki hak menetapkan bunga tinggi. Oleh karena itu, nasabah yang ingin melakukan pinjaman online harus berpikir matang apakah bunga yang ditetapkan sanggup dipenuhi atau tidak.

Bagaimana dengan banyak ya kasus akibat imbas pinjaman online?

Sudah banyak kasus yang terkuak akibat pinjaman online. Seperti banyaknya peminjam yang ditagih dengan cara dimaki-maki, peminjam yang kena marah atasan karena tagihan dilakukan lewat atasan. Bahkan sampai ada yang dipecat, ada juga yang sampai resign karena malu, pinjamannya tersebar di lingkungan kantornya. Ada juga yang nekat ingin bunuh diri karena terlilit bunga pinjaman yang besar. Ada yang telah membayar tagihan, namun tidak terdeteksi di sistem akibat kesalahan teknis, dan masih banyak kasus lainnya.

Baca juga:  Berhasil Selamatkan Keuangan Negara Rp 33.927 Milir

Bagaimana mengedukasi masyarakat agar tidak tergiur pinjaman online?

Masyarakat harus cerdas jika ingin melakukan pinjaman online. Pertama, yang harus dilakukan adalah melihat legalitas dari situs pinjaman yang akan dituju. Apakah sudah terdaftar di OJK atau belum. Kedua, harus melihat bagaimana bunga yang dibebankan apakah rasional atau tidak. Dengan demikian, masyarakat akan dapat meminimalisasi risiko yang terjadi. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya