alexametrics

Saatnya Pemkab Demak Ambil Alih Pengelolaan Unisfat

Konflik Pengelolaan Unisfat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak kini sedang menjadi sorotan DPRD Demak. Kampus yang berada di Jalan Sultan Fatah Kota Demak tersebut sudah lama berkiprah, namun benih-benih konflik kembali melanda perguruan tinggi (PT) yang dulu didirikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak ini. Terutama setelah Rektor Unisfat yang lama Dra Suemy MSi digantikan rektor yang baru. Berikut perbincangan wartawan Jawa Pos Radar Semarang Wahib Pribadi dengan Ketua DPRD Demak H Fahrudin Bisri Slamet.

Bagaimana pandangan anda terkait konflik yang melanda Unisfat Demak?

Begini. Unisfat ini dulu didirikan oleh Pemkab Demak. Jika pemkab tidak turun tangan, maka kasihan universitas dan mahasiswanya. Mestinya, Unisfat ini bisa dikembangkan dengan baik. Pemkab setempat harus bisa mendudukkan persoalan sesuai dengan porsinya.

Baca juga:  Tekan Biaya Politik, Sejumlah Parpol Inginkan Koalisi Besi

Sejauh ini Unisfat sulit berkembang?

Unisfat seharusnya bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kota Wali. Kalau Unisfat dikelola Pemkab Demak, bisa menjadi aset berharga.
Kalau Unisfat bisa dikelola dengan baik oleh pemkab, maka masyarakat yang menbutuhkan kuliah bisa ke Unisfat. Mereka bisa menyandang sarjana. Dengan pendidikan tinggi, diharapkan bisa mengatasi masalah kemiskinan. Karena itu, jadikan Unisfat sebagai pusat pendidikan untuk masyarakat. Sekarang ini, rata-rata masyarakat Demak lulusan SD, SMP, dan SMA.

Langkah apa yang bisa diperbuat untuk menyelesaikan konflik?

Mari rawat Unisfat bersama-sama. Kelola bersama-sama untuk mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu bagi masyarakat Demak dan bukan untuk pribadi- pribadi. Maka Pemkab bisa mengambil alih pengelolaan Unisfat tersebut.

Baca juga:  Jangan Panen saat Fotosintesis Berlangsung

Terkait pergantian rektor Unisfat yang dinilai dan diduga tidak sesuai etika?

Ya. Kita patut menyesalkan, mengapa hal itu terjadi. Mestinya harus menaati prosedur. Yaitu rektor diganti dengan cara yang baik-baik. Semua bisa dirembuk dengan baik-baik. Hindari konflik. Kasihan mahasiswanya. Mereka jadi korban konflik. Jadi Pemkab Demak harus turun tangan mengambil alih Unisfat. Dengan demikian, alur persoalan bisa dijelaskan secara runtut. Bisa duduk bersama menyelesaikan masalah.
Karena Unisfat ini sejarah bagi Demak. Kalau diserahkan ke Pemkab, bisa difasilitasi pembangunan gedungnya. Bantuan lain juga bisa lebih mudah dengan subsidi anggaran dan bisa eksis sebagai perguruan tinggi di Kota Wali yang maju. (*/ida)

Baca juga:  Anak-Anak Lebih Rentan Kena Covid-19, Belum Terbangun Kesadaran dengan Baik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya