alexametrics

Deportasi Pengungsi Terkendala Pandemi Covid-19

57 Pengungsi di Rudenim Menunggu Dideportasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Keberadaan orang asing menjadi perhatian khusus pemerintah. Utamanya bagi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti habis masa tinggal, dan melakukan tindak pidana. Semua deteni atau orang asing ditempatkan di Rumah Detensi (Rudenim). Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Ida Fadilah dengan Kepala Rudenim Imigrasi Semarang Retno Mumpuni SH MH.

Jateng ternyata menjadi jujukan. Mereka datang karena persoalan apa?

Pada umumnya karena masalah konflik di negaranya masing-masing dan mengancam keselamatan jiwanya. Ada juga mereka yang terdampar, kemudian menyerahkan diri ke Rudenim dan ada beberapa pemindahan dari Jakarta, Lampung dan Batam.

Saat ini ada berapa imigran yang ditampung di Rudenim?

Saat ini Rumah Detensi Imigrasi Semarang menampung sebanyak 57 orang pengungsi. Mereka terdiri atas enam warga negara Irak, enam warga negara Myanmar, 32 warga negara Afghanistan, dan 13 warga negara Somalia. Mereka semua berada di tempat penampungan Wisma Husada.

Baca juga:  Desa Wisata Jangan Hilangkan Local Wisdom

Sejak kapan mereka dimasukkan ke Rudenim?

Pengungsi-pengungsi tersebut dipindahkan ke Wisma Husada pada bulan Desember 2018. Hal itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 125 tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri yang mengharuskan pengungsi untuk ditempatkan di luar rumah detensi imigrasi.

Batas waktu tinggal di Rudenim sampai kapan?

Keberadaan pengungsi yang berada di bawah Rudenim Imigrasi Semarang paling lama 60 bulan. Tidak ada konsekuensi apa-apa. Tetap disuruh menunggu sampai penempatan ke negara ketiga. Namun ada opsi lain, yaitu pemulangan secara sukarela ke negaranya. Pengungsi yang menempatkan ke negara ketiga atau pemulangan secara sukarela adalah Komisariat Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Baca juga:  Simpan dan Rawat 2.200 Barang Bukti

Rencananya melakukan deportasi?

Untuk deteni yang berada di Rudenim akan dideportasi secepatnya, setelah mempunyai tiket. Tentunya setelah dilakukan koordinasi dengan kedutaan besar negara yang bersangkutan. Mereka sedang menunggu untuk penempatan ke negara ketiga. Karena masih pandemi Covid-19 juga, beberapa waktu yang lalu ada beberapa negara yang lockdown sehingga kita tidak dapat melaksanakan deportasi. Tapi sekarang ini sudah mulai buka walaupun penerbangan masih terbatas.

Terkait pembiayaan ditanggung oleh Rudenim atau pihak negara asal?

Pihak negara asal. Karena kami bekerjasama dengan kedutaan yang bersangkutan untuk menghubungi keluarganya.

Dari semua WNA yang di Rudenim, apakah ada yang mantan narapidana?

Tidak semua mantan napi. Ada juga yang melanggar peraturan keimigrasian. Untuk penempatan lokasi kami bedakan, namun pelayanan kami samakan. (*/ida)

Baca juga:  DLH Segera Siapkan Tempat Sampah di Tingkat Kelurahan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya