alexametrics

Rokok Ilegal masih Marak Beredar

Bincang Cukai dan Peredaran Rokok Ilegal dengan Padmoko Tri Wikanto

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Cukai rokok menjadi salah satu sumber pendapatan negara. Peredaran ilegal rokok dan barang kena cukai lainnya akan membuat target pendapatan negara tidak tercapai. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Alvi Nur Janah dengan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng-DIY Padmoko Tri Wikanto.

Sejauh ini, sebesar apa sumbangsih cukai rokok dalam kepabean?

Salah satu penopang utama dalam penerimaan kepabean adalah cukai rokok. Penerimaan tersebut menjadi tanggung jawab Ditjen Bea dan Cukai. Tapi, ada beberapa yang terganjal oleh hal teknis. Data kami, selama semester I 2020 kemarin, penerimaan di Kanwil Jateng-DIY totalnya kurang lebih Rp1 7,43 triliun. Itu dari target Rp 44,36 triliun atau tumbuh 9,86 persen secara year on year. Capaian kinerja itu dibantu banyak oleh cukai karena pertumbuhannya 20 persen dibanding bulan yang sama di tahun lalu. Artinya, penjualan rokok masih sangat tinggi saat ada pandemi Covid-19. Yang penjualannya bagus itu rokok golongan II, yang tertekan rokok golongan I. Secara produksi, kalau rokok golongan II itu harganya medium. Tapi produksinya ada batasan yakni hanya tiga miliar batang saja.

Baca juga:  Januari Revitalisasi Kota Lama Dilakukan Lagi

Selain cukai rokok, ada pemasukan dari mana lagi?

Jenis cukai itu bermacam-macam. Ada cukai hasil tembakau, cukai etil alkohol, dan ada juga cukai minuman yang mengandung etil alkohol. Kalau mau menjabarkan cukup luas jenisnya. Ya rokoknya ada, hasil pengolahan tembakau banyak. Bahkan ada beberapa pabrik yang memproduksi etil alkohol. Jadi bukan hanya rokok yang memiliki pabrik. Meski penjualan rokok naik, namun pandemi Covid-19 tetap berpengaruh pada perdagangan global secara umum. Justru yang cukup tertekan itu di Tanjung Emas dan Bandara Ahmad Yani. Sebab perdagangan internasional lesu, daya beli turun dan manufakturnya lesu.

Apakah masih ada peredaran rokok ilegal?
Masih ada. Itu yang menyebabkan penerimaan kepabean selalu terganjal oleh banyaknya rokok ilegal yang marak. Selama ini, kami telah merancang beragam inovasi. Khususnya untuk pemberantasan rokok ilegal. Untuk di lapangan, kami selalu melakukan penindakan. Ditemukan ada jutaan rokok bahkan ada juga yang ratusan ribu batang. Mereka pintar mencari celahnya. Macam-macam modusnya. Ada yang menggunakan transportasi truk besar atau kecil, roda empat kecil, motor, sampai yang COD atau ketemu langsung bayar. Ada juga yang memakai pasukan khusus untuk memasarkan pakai motor.

Baca juga:  Kepala Desa Harus Beradaptasi dengan Teknologi

Lalu apa yang dilakukan Bea Cukai?

Selama penindakan, ada puluhan juta batang yang disita. Tentunya informasi rokok ilegal kami dapatkan dari berbagai sumber. Mereka lapor kepada kami dari masyarakat, aparat hukum, pengusaha dan informan terpercaya. Dari situ kami mendapat strategi apa yang harus dilakukan. Seperti harus mempersempit ruang geraknya agar ada efek jera. Kami komunikasikan secara baik-baik.

Ke depan ingin melakukan langkah apa?
Kami kini sedang intensif komunikasi dengan perusahaan. Kami ngobrol dan komunikasi. Ada perusahaan yang lebih terbuka. Terutama untuk jenis rokok apa yang ingin dilempar ke pasar. Mereka berujar, akan ada varian baru. Dengan mereknya dan harga jual ecerannya dan tarifnya. Nanti mau pesan pita cukai, jika nanti pasarnya gagal. Tandanya merek rokoknya tidak langgeng. (*/ton)

Baca juga:  Jangan Buru-Buru Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya