alexametrics

Sekolah Daring Hanya Mengasah Intelektualitas

Bincang Sekolah Daring untuk TK dengan Taufik Nur Hidayati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sistem pembelajaran tahun ini berlangsung secara dalam jaringan (daring) bahkan sampai tingkat Taman Kanak-Kanak. Pembelajaran ini ternyata hanya bisa mengasah intelektualitas dan kurang efektif. Berikut bincang-bincang jurnalis Jawa Pos Radar Semarang Miftahul A’la dengan Kepala Sekolah Kelompok Bermain(KB)-TK Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang Taufik Nur Hidayati S. Pd, Aud.

Bagaimana efektivitas pembelajaran daring untuk anak TK?
Saya kira sistem daring jelas kurang efektif. Tetapi tetap kami lakukan mengingat kondisi masih belum memungkinkan tatap muka dan berkumpul di sekolah. Pemerintah menginstruksikan belajar di rumah bagi seluruh peserta didik dan mahasiswa sehingga tetap harus dijalankan serta disikapi dengan arif dan bijak.
Memang seharusnya pembelajaran untuk anak TK lebih banyak berinteraksi langsung. Sehingga antara guru dan anak bisa berkomunikasi. Bisa belajar, bermain dan terus berinteraksi. Apalagi jika anak TK dalam pembelajaran daring tetap harus didampingi orang tuanya.

Baca juga:  Perbaiki Spot Selfie, Gapura Pintu Masuk, dan Tambah Fasilitas

Lalu bagaimana dengan pembelajaran selama pandemi?
Pembelajaran tetap berjalan lancar. Sekolah membuat jadwal pembelajaran satu minggu kemudian anak-anak mengerjakan di rumah masing-masing. Tetapi tetap kami berusaha untuk tidak membebani para orang tua dengan terlalu banyak tugas. Karena metode pembelajaran ini membuat orang tua memiliki peran ganda. Tugas orang tua merangkap sebagai guru saat mengajari anak ketika dapat tugas dari sekolah.
Mungkin terlihat menyenangkan. Tetapi nyatanya bukanlah sesuatu yang mudah bagi para orang tua. Banyak orangtua TK yang mengeluhkan pembelajaran daring karena dinilai kurang efektif. Tidak hanya itu terkadang kesibukan orangtua juga membuat pembelajaran harus disesuaikan. Misalnya di Sekolah Kelompok Bermain (KB)-TK Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang harusnya belajar Senin-Jumat. Tetapi karena kesibukan orangtua Sabtu masih tetap dilayani.

Baca juga:  Jangan Beri Makan Daging Setengah Matang atau Mentah

Seberapa efektif untuk meningkatkan potensi anak TK?
Anak TK harusnya pembelajarannya bisa secara langsung di sekolah. Tentu akan menarik, karena di sekolah semua peralatan untuk menunjang pembelajaran tersedia. Berbeda jika belajar di rumah yang hanya mengandalkan tugas dari guru sehingga kurang efektif untuk mengasah potensi anak.
Pembelajaran sistem daring juga hanya bisa meningkatkan dan mengasah intelektualitas anak-anak. Berbeda jika bertemu dan berkomunikasi langsung. Tentu akan bisa mengasah semua potensi dengan dukungan yang memadai. Karena bisa berkomunikasi, bermain bareng, bercerita dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Sehingga potensi anak bisa diketahui sejak dini dan bisa dikembangkan dengan optimal.

Langkah apa yang harus dilakukan guru-guru?
Mau tidak mau, guru harus terus berinovasi. Dan ini terjadi di semua sekolah tak terkecuali TK di Kota Semarang. Misalnya datang ke rumah anak-anak, tentunya dengan protokol kesehatan. Tetapi ini juga masih terkendala dengan SDM yang tidak banyak. Kalau muridnya banyak dan datang dari rumah ke rumah juga sedikit merepotkan.
Meski begitu, guru-guru dan anak-anak TK tetap semangat untuk belajar. Kami berharap semua bisa selesai agar proses pembelajaran bisa kembali normal. Karena usia anak TK sangat bagus untuk mengembangkan potensinya. Jadi semakin mereka mendapatkan pembelajaran, praktik dan bersosialisasi tentu akan meningkatkan semua potensi yang ada dalam dirinya. (*/ton)

Baca juga:  Antisipasi Kekeringan dengan Embung Mandiri

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya